Kisah Anak Pejabat RI Pilih Hidup Sederhana, Tolak Jual Nama Orang Tua

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kisah Anak Pejabat RI Pilih Hidup Sederhana, Tolak Jual Nama Orang Tua yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ia menjalani pelatihan di bawah tentara Jepang dan kemudian menjadi bagian dari Pembela Tanah Air (PETA).

Dalam catatannya, Nasution menyebut Soesalit sebenarnya bisa hidup layak melalui memanfaatkan nama besar ibunya.

“Dia bisa saja tidak hidup melarat dengan mengatakan bahwa dirinya satu-satunya putra Kartini,” tulis Nasution, dikutip dari Kartini: Sebuah Biografi (1979).

Namun, Soesalit tetap teguh pada prinsipnya untuk tidak “menjual” nama orang tua.

Sementara sang ibu dikenal luas sebagai pelopor pemikiran kesetaraan perempuan di Indonesia.

Meski memiliki peluang besar untuk melanjutkan jabatan ayahnya, Soesalit memilih jalan berbeda.

Selain itu, ia juga sempat menduduki jabatan sipil sebagai penasihat Menteri Pertahanan pada era Kabinet Ali Sastroamidjojo pada 1953.

Meski memiliki rekam jejak mentereng, Soesalit tetap memilih hidup sederhana.

Faktor penyebabnya adalah ia tidak pernah mengumbar latar belakang keluarganya.

Hal ini juga diungkap oleh atasannya, Abdul Haris Nasution. yang mengakibatkan Bahkan, banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah putra Kartini,

Ini merupakan sebuah pilihan hidup yang mencerminkan integritas dan prinsip yang dipegang teguh olehnya sejak awal.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260410161549-19-725779/video-600-kasus-mis-selling-asuransi-unit-link-aaji-ungkap-sebabnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/725779?comscore=off”,”time”:430,”title”:”Video: 600 Kasus Mis-Selling Asuransi Unit Link, AAJI Ungkap Sebabnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/10/ada-600-kasus-mis-selling-asuransi-unit-link-aaji-ungkap-sebabnya-1775813501367_169.png”}]’); Next Article Anak Orang Penting Hidup Melarat, Ogah Jual Nama Ortu Untuk Sukses

Soesalit lahir dari keluarga terpandang.

Faktor penyebabnya adalah pilihannya sendiri untuk tidak meraih keberhasilan dengan menumpang pada reputasi keluarga.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Joki Marak Janjikan SPT Pajak Nihil, Apa Sesulit Itu Gunakan Coretax? yang mengakibatkan Namun, hal itu terjadi

Kartini, yang justru memilih hidup sederhana, bahkan dalam kondisi ekonomi terbatas, tanpa bergantung pada nama besar keluarganya.

Nama Soesalit memang tidak sepopuler sang ibu.

Setelah Indonesia merdeka, ia melanjutkan karier di Tentara Keamanan Rakyat.

Menurut buku Kartini: Sebuah Biografi (1979) karya Sitisoemandari Soeroto, Soesalit aktif dalam berbagai pertempuran melawan Belanda.

Keterlibatannya di medan perang membuat karier militernya menanjak.

Puncaknya terjadi pada 1946 saat ia diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang bertugas menjaga ibu kota negara di Yogyakarta.

Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Djojoadiningrat, menjabat sebagai Bupati Rembang.

Sosok tersebut adalah Soesalit, putra tokoh emansipasi perempuan R.A.

(Getty Images/Ulet Ifansasti)

Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan hidup seorang anak pejabat di Indonesia ini pernah menjadi sorotan publik.

Dalam buku Kartini (2024) karya Wardiman Djojonegoro, disebutkan bahwa ia menolak tawaran menjadi bupati meskipun didesak oleh keluarga.

Sebagai gantinya, Soesalit memilih bergabung melalui militer pada 1943.

Kisah Anak Pejabat RI Pilih Hidup Sederhana, Tolak Jual Nama Orang Tua Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725902, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260411072732-17-725902/kisah-anak-pejabat-ri-pilih-hidup-sederhana-tolak-jual-nama-orang-tua’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 11 April 2026 08:20 Foto: Relawan Keraton Kraton atau yang dikenal melalui sebutan ‘Abdi Dalem’ menyiapkan ‘Gunungan’ berupa gunungan, saat upacara Grebeg Syawalan sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri di Masjid Agung Kauman pada 22 April 2023.

Sikap tersebut membuatnya menjalani kehidupan sederhana sebagai veteran tanpa menuntut hak-haknya.

Hingga akhir hayatnya pada 17 Maret 1962, Soesalit tetap hidup dalam keterbatasan.

Analisis mendalam tentang Kisah Anak Pejabat RI Pilih Hidup Sederhana, Tolak Jual Nama Orang Tua akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *