IPO Lalu Diakuisisi Djarum, Ini Perjalanan SUPR Hingga Mau Delisting

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IPO Lalu Diakuisisi Djarum, Ini Perjalanan SUPR Hingga Mau Delisting yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

IPO Lalu Diakuisisi Djarum, Ini Perjalanan SUPR Hingga Mau Delisting Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725841, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260410183258-17-725841/ipo-lalu-diakuisisi-djarum-ini-perjalanan-supr-hingga-mau-delisting’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 11 April 2026 07:00 Foto: Dok Solusi Tunas Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mengumumkan rencana go private dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Manajemen menyebut pelaksanaan go private dan delisting wajib mengikuti ketentuan dalam POJK 45/2024.

I-A.

Hingga saat ini, perseroan mengakui belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan.

Saat itu, perseroan menawarkan 100 juta saham atau 16,7% dari modal disetor melalui potensi dana segar sebesar Rp340 miliar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BRI (BBRI) Umumkan Pengalihan Saham BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara

Dalam proses IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin emisi.

Langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional melalui restrukturisasi kepemilikan saham.

Dalam rencana tersebut, harga pembelian kembali saham ditetapkan lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi harian selama 12 bulan terakhir yang sebesar Rp42.295 per saham.

Langkah ini juga berkaitan melalui kewajiban pemenuhan minimum free float sesuai Peraturan BEI No.

Grup ini memiliki sejumlah perusahaan besar seperti TOWR, Blibli, Ranch Market, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Berakhir Delisting

Kini, SUPR mengumumkan rencana untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari BEI.

Dana hasil IPO dialokasikan sebesar 50% atau Rp170 miliar untuk ekspansi melalui akuisisi menara telekomunikasi.

Selain itu, sebanyak 35% dana digunakan untuk pembangunan menara baru dan 15% sisanya untuk modal kerja.

Dengan sinergi tersebut, Grup Djarum semakin memperkuat bisnis infrastruktur telekomunikasinya di Tanah Air.

Sebagai informasi, Grup Djarum dikendalikan oleh konglomerat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Akuisisi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) melalui nilai transaksi mencapai Rp16,73 triliun.

Transaksi yang berlangsung pada 1 Oktober 2021 itu dilakukan pada harga Rp15.640 per saham, lebih tinggi dari harga tertinggi saham SUPR pada September yang mencapai Rp14.000.

Bahkan, terdapat kemungkinan ketentuan tersebut tidak dapat dipenuhi dalam masa transisi yang ditetapkan.

Berdasarkan evaluasi menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang, perseroan memutuskan untuk menempuh aksi go private dan delisting.

Sebelum angkat kaki dari bursa, emiten Grup Djarum ini telah melewati beberapa perjalanan aksi korporasi.

Perjalanan SUPR di pasar modal dimulai dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2011 melalui harga Rp3.400 per saham.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan menara telekomunikasi independen.

Dicaplok Grup Djarum

Memasuki 2021, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang juga bagian dari Grup Djarum resmi mengakuisisi 94,03% saham SUPR.

Protelindo akan menawarkan harga Rp45.000 per saham kepada para pemegang saham publik.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406125300-19-724164/video-ojk-catat-ada-52-penawaran-umum-ngantri-masuk-pasar-modal-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724164?comscore=off”,”time”:94,”title”:”Video: OJK Catat Ada 52 Penawaran Umum Ngantri Masuk Pasar Modal RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/ojk-ungkap-ada-52-penawaran-umum-ngantri-masuk-pasar-modal-ri-1775459472358_169.png”}]’); Next Article Profil Victor Hartono, Bos Djarum yang Dicekal Imigrasi

Manajemen TOWR menyebut akuisisi ini bertujuan memperluas jaringan usaha dan memperkuat posisi Protelindo sebagai operator menara independen di Indonesia.

Manajemen juga menilai portofolio milik SUPR dapat melengkapi aset yang telah dimiliki Protelindo sebelumnya.

Analisis mendalam tentang IPO Lalu Diakuisisi Djarum, Ini Perjalanan SUPR Hingga Mau Delisting akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *