Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Waspada! Perang Iran Berlanjut, Dolar Bisa Rp17.300 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah saya juga nggak percaya nih. yang mengakibatkan Kalau seandainya 2 minggu gagal, ya,
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Faktor penyebabnya adalah kita hitung sih masih kurang dari Rp5 triliun ya sekitar Rp4,2 triliunan terkait dengan defisit yang ditimbulkan karena pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut, Myrdal mengingatkan dampak lanjutan yang lebih luas justru perlu diwaspadai. yang mengakibatkan Menurutnya, tambahan defisit akibat pelemahan rupiah masih relatif terbatas.
“Kalau hanya dari nilai tukar rupiah saja ya
Kalau seandainya perang, perang ini kan 2 minggu nih, ya 2 minggu.
Ya, pembelian alutsista pun juga harus dikurangi,” ujarnya.
Di sisi lain, Global Markets Economist at Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah ke level Rp 17.100 belum memberikan tekanan signifikan terhadap defisit APBN.
Menurut Ibrahim, kebijakan fiskal pemerintah masih belum cukup adaptif terhadap tekanan eksternal.
Dampak dari hal tersebut adalah menekan nilai tukar rupiah.
Ia memperkirakan, jika konflik tidak mereda, rupiah berpotensi menembus Rp 17.300 per dolar AS pada kuartal II-2026.
“Di kuartal kedua kemungkinan besar di Rp17.300/US$ ya, itu kemungkinan besar akan tercapai. akibat Kondisi ini membuat kebutuhan dolar meningkat tajam saat harga minyak melonjak,
Permintaan dolar AS meningkat untuk kebutuhan pembayaran dividen serta jatuh tempo utang luar negeri.
Kondisi ini diperparah jika harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi menekan neraca perdagangan dari surplus menjadi defisit.
Tak hanya itu, pelemahan rupiah juga bisa berdampak pada pembiayaan bunga utang.
Kemudian Koperasi Merah Putih pun juga di-stop dulu.
Tapi kalau misalkan perangnya terus-menerus saya rasa sih rupiah bisa ke level sekitar Rp17.248/US$,” ujarnya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260409115517-19-725272/video-usai-pesta-ihsg-anjlok-lagi-rupiah-terjebak-di-rp-17000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/725272?comscore=off”,”time”:393,”title”:”Video: Usai Pesta, IHSG Anjlok Lagi & Rupiah Terjebak di Rp 17.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/09/usai-pesta-pora-ihsg-anjlok-lagi-rupiah-terjebak-di-rp-17000usd-1775710629204_169.png”}]’); Next Article Rupiah Terpukul Saat Dolar Sentuh Rp16.720, BI Buka Suara
Dampak dari hal tersebut adalah Indonesia membutuhkan dolar yang cukup banyak,” ujar Ibrahim kepada CNBC Indonesia dikutip Jumat (10/4/2026).
Ibrahim menjelaskan, Indonesia mengimpor minyak dalam jumlah besar.Yakni mencapai 800-900 ribu barel per hari. akibat Jika kesepakatan tersebut gagal, tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan semakin dalam.
Baca: Minat Investasi Meningkat, Broker Global Bidik Pasar RI
“Harga-harga minyak naik, kemudian pelemahan mata uang rupiah juga cukup tajam,
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan pagi ini, Jumat (10/4/2026).
Dalam kondisi rupiah melemah dan harga energi tinggi, pemerintah dinilai tetap menahan harga BBM, sementara belanja besar tetap berjalan.
“Seharusnya dalam kondisi ekonomi seperti ini tidak baik-baik saja, ya MBG itu harus dikurangi.
Pelemahan rupiah berpotensi memperbesar beban impor, terutama untuk komoditas energi seperti minyak.
Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 09.47 WIB, mata uang Garuda sempat terdepresiasi 0,18% ke level Rp17.110/US$ dan ditutup di level Rp 17.105/US$.
Analis mata uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai salah satu penyebab pelemahan rupiah adalah tensi geopolitik di Timur Tengah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Menurutnya, ketidakpastian terkait rencana gencatan senjata antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel menjadi penentu arah rupiah dalam jangka pendek.
Perang Iran Berlanjut, Dolar Bisa Rp17.300 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725674, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260410124132-17-725674/waspada-perang-iran-berlanjut-dolar-bisa-rp17300’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zahwa Madjid, CNBC Indonesia 10 April 2026 14:10 Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Dari sisi nilai tukar rupiah misalkan perangnya berakhir ya saya rasa sih masih di bawah Rp17.000/US$ ya kalau perang berakhir bulan ini dan Selat Hormuz dibuka.
Kendati demikian, risiko ini dinilai masih bisa dimitigasi melalui strategi lindung nilai yang dilakukan pemerintah dan swasta.
“Bunga utang seharusnya ada dimitigasi melalui cara pemerintah ataupun juga swasta melakukan kebijakan hedging nilai tukar ya harusnya ini aman.
Sehingga rupiah kemungkinan besar di kuartal kedua itu menuju di Rp17.300/US$,” ujar Ibrahim.
Baca: Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman?
Faktor penyebabnya adalah kan harga minyak kita beli dari luar, impor ya dan itu kan sensitif harga ya, karena kalau misalkan harga minyaknya lebih dari US$ 70 per barel bisa jadi ya ini bisa menambah fiskal juga begitu,” ujarnya.
Dirinya pun menyoroti faktor musiman yang membuat rupiah cenderung melemah pada periode April hingga Juli. yang mengakibatkan Jika harga minyak dunia bertahan tinggi, di atas US$ 70 per barel, maka tekanan terhadap fiskal bisa meningkat.
“Ini kalau dampak implikasinya ke yang lainnya ini bisa lebih luas nih seperti harga minyak ya,
Analisis mendalam tentang Waspada! Perang Iran Berlanjut, Dolar Bisa Rp17.300 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
