Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos Danantara Ungkap Kabar Terbaru Pembentukan BUMN Tekstil yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun saat ini banyak perusahaan tekstil swasta yang berguguran, hingga perlunya peran dari negara.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Kan kita tahu, dari dulu tekstil ini salah satu kekuatan Indonesia, kan?
Bos Danantara Ungkap Kabar Terbaru Pembentukan BUMN Tekstil Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 724621, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260407153417-17-724621/bos-danantara-ungkap-kabar-terbaru-pembentukan-bumn-tekstil’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia 07 April 2026 16:22 Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Kalau memang swastanya tidak begitu kuat, ya mungkin kalau perlu ya kita harus masuk.
Hanya saja persoalan pangsa pasar juga masih menjadi ganjalan, pasalnya banyak produk tekstil impor legal yang bocor ke pasar.
“Sebenarnya kan kita memiliki competitive advantage kan, labour cost, kemudian juga market sizing yang besar, tinggal nanti tentu regulasinya juga harus dicermati, terutama sekali masalah impornya, ya kebocoran-kebocoran itu harus diprotect kan.
Faktor penyebabnya adalah ini kan salah satu industri yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan banyak. yang mengakibatkan Kita melihat dulu, mencermati market sizingnya seperti apa, kemudian juga
Tapi kan kita lagi pelajari, kan belum mulai juga,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan beberapa opsi yang akan dilakukan, seperti pengambilalihan aset dari raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Menurutnya saat ini masih dalam proses pembahasan.
“BUMN tekstil masih kita pelajari.
Nanti kita selesaikan yang besar dulu, kemudian yang makin kecil priority-nya,” tutur Dony.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260313153033-19-718856/video-ekspansi-pasar-eksporpengusaha-tekstil-butuh-kejelasan-aturan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/718856?comscore=off”,”time”:520,”title”:”Video: Ekspansi Pasar Ekspor,Pengusaha Tekstil Butuh Kejelasan Aturan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/13/pengusaha-butuh-kejelasan-aturan-demi-daya-saing-ekspansi-ekspor-tpt-ri-1773392391495_169.png”}]’); Next Article Operasional Whoosh Akan Jadi Tanggung Jawab Danantara
Faktor penyebabnya adalah Danantara tak sekedar ingin masuk namun tidak membuat bisnis tekstil semakin kompetitif.
Namun menurutnya salah satu perhitungan yang dipertimbangkan adalah penciptaan lapangan kerja yang besar dari industri ini. yang mengakibatkan Namun saat ini masih dalam proses perhitungan,
Sehingga, nanti perusahaan yang di dalam negerinya mampu untuk bersaing,” katanya.
Lebih lanjut, menurut Dony belum ada jangka waktu kapan BUMN ini akan dibentuk.
Jadi, kembali lagi, ada bisnis itu, BUMN masuk ke industri yang memang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kita, terutama sekali pembukaan lapangan pekerjaan,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Menuju Merger BUMN Karya, PTPP Lakukan Sejumlah Persiapan
Menurut Dony, industri tekstil pernah menjadi kekuatan Indonesia.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengungkapkan perkembangan terbaru terkait rencana pembentukan BUMN di sektor tekstil.
Pasalnya saat ini di Danantara begitu juga di BP BUMN masih banyak persoalan perusahaan plat merah lainnya yang perlu diselesaikan.
“Karena teman-teman bisa lihat 1.101 perusahaan yang harus saya urusin satu satu, dirapihin satu satu, nanti kita pilih yang prioritynya besar dulu.
Analisis mendalam tentang Bos Danantara Ungkap Kabar Terbaru Pembentukan BUMN Tekstil akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
