Ini Penyebab IHSG Anjlok Lebih dari 1%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ini Penyebab IHSG Anjlok Lebih dari 1% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Di sisi lain, secara tidak langsung juga berperan menjaga stabilitas sistem keuangan yang sangat bergantung pada likuiditas.

Sayangnya, likuiditas saat ini rasanya makin ketat, di mana imbas harga minyak tinggi akan membuat inflasi tetap panas sehingga skenario higher for longer untuk suku bunga yang dipertahankan tinggi dalam periode lama berpeluang tinggi terjadi sampai 2027 mendatang.

Indikator lain yang memperkuat gambaran ini adalah kenaikan CBOE Volatility Index (VIX) yang saat ini menyentuh di atas level 30, berada di level tertinggi sejak awal tahun.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260312105054-19-718352/video-harga-minyak-terancam-tembus-usd-200-barel-hingga-ihsg-amblas”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/718352?comscore=off”,”time”:368,”title”:”Video: Harga Minyak Terancam Tembus USD 200/barel Hingga IHSG Amblas”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/12/harga-minyak-terancam-tembus-usd-200barel-hingga-ihsg-rupiah-amblas-1773288029446_169.png”}]’); Next Article IHSG Ditutup Turun 0,91%, Tinggalkan Level 8.000 sedangkan Tekanan terhadap fiskal ini pada akhirnya turut membebani sentimen pasar saham domestik.

Di sisi lain, dinamika global juga dipengaruhi oleh kebijakan the Fed yang sejatinya bertugas menjaga inflasi dan lapangan kerja,

Nilai transaksi mencapai Rp 404,2 miliar, melibatkan 341,2 juta saham dalam 53.920 kali transaksi.

Pasar pada dasarnya menunggu clear signal seperti gencatan senjata di Timur Tengah, dibukanya kembali jalur energi utama seperti Selat Hormuz, serta penurunan harga minyak kembali ke bawah US$80 per barel.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking News!

Selang beberapa menit, koreksi IHSG semakin dalam, mencapai -1,65%.

Sebanyak 251 saham jatuh, 161 naik, dan 546 tidak bergerak.

Faktor penyebabnya adalah tekanan eksternal masih mendominasi. yang mengakibatkan IHSG Dibuka Langsung Turun 1% Lebih

Selama faktor-faktor tersebut belum terjadi,IHSG cenderung akan sulit untuk mengalami rebound signifikan

Ini Penyebab IHSG Anjlok Lebih dari 1% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 722358, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260330091337-17-722358/ini-penyebab-ihsg-anjlok-lebih-dari-1’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); ayh,  CNBC Indonesia 30 March 2026 09:45 Foto: detik.com

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung turun 1,08% atau -76,53 poin ke level 7.020,53 pagi ini, Senin (30/3/2026).

Faktor penyebabnya adalah belum adanya katalis positif yang kuat dari sisi global.

Eskalasi konflik sendiri kini memasuki fase yang lebih kompleks dengan munculnya risiko double chokepoint.

Jika sebelumnya pasar hanya fokus pada Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% minyak dunia, kini perhatian mulai bergeser ke Bab el-Mandeb setelah kelompok Houthi di Yaman mulai terlibat dalam konflik.

Jalur ini merupakan penghubung utama Asia-Eropa melalui Terusan Suez dan mencakup sekitar 6-12% arus perdagangan global. yang mengakibatkan Dalam kondisi saat ini, ruang kenaikan IHSG masih sangat terbatas

Faktor penyebabnya adalah harga minyak yang tinggi berada di atas fiscal comfort zone yang idealnya di bawah US$80 per barel.

Dengan asumsi APBN menggunakan harga minyak US$70 per barel, setiap kenaikan US$10 dapat meningkatkan defisit sekitar Rp51,8 triliun.

Jika harga minyak mencapai US$100 per barel, tambahan subsidi energi diperkirakan mencapai Rp236 triliun, sementara tambahan penerimaan hanya sekitar Rp81 triliun, sehingga berpotensi menambah defisit hingga Rp155 triliun. yang mengakibatkan Dalam skenario ini, harga minyak berpotensi bertahan tinggi (higher for longer).

Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi tekanan tambahan

Dampak dari hal tersebut adalah meningkatkan risiko inflasi global dan memperbesar kemungkinan resesi. akibat Jika kedua jalur ini terganggu secara bersamaan, maka sekitar 25-30% pasokan minyak global berpotensi terdampak,

Analisis mendalam tentang Ini Penyebab IHSG Anjlok Lebih dari 1% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *