Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harta Bos Labubu Lenyap Rp45,87 Triliun usai Saham Perusahaan Ambles yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Popmart)
Jakarta, CNBC Indonesia – Wang Ning, pendiri Pop Mart yang berbasis di Beijing, yang dikenal melalui boneka monsterΒ Labubu-nya, mencatatkan penurunan harta sebesar US$2,7 miliar atau setara Rp45,87 triliun setelah saham perusahaan tersebut anjlok lebih dari 22%.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Melansir VN Express International, saham produsen mainan yang terdaftar di bursa Hong Kong tersebut jatuh pada hari Rabu.
Kekayaannya sebagian besar terkait melalui kepemilikannya di perusahaan tersebut.
Baca: Awas!
Harta Bos Labubu Lenyap Rp45,87 Triliun usai Saham Perusahaan Ambles Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 722166, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260328182830-17-722166/harta-bos-labubu-lenyap-rp4587-triliun-usai-saham-perusahaan-ambles’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 28 March 2026 21:30 Foto: CEO Pop Mart, Wang Ning.
Pecahan Rupiah Ini Tak Berlaku Lagi, Cek Deadline Penukarannya
Penurunan tersebut terjadi meskipun perusahaan tersebut mencetak kinerja yang kuat, melalui penjualan tahun 2025 melonjak 184,7% dari tahun ke tahun menjadi 37,1 miliar yuan (US$5,4 miliar) dan laba bersih melonjak hampir empat kali lipat menjadi 13 miliar yuan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Namun, investor sedang fokus pada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di pasar luar negeri pada kuartal terakhir tahun ini.
Ke Yan, kepala riset yang berbasis di Singapura di DZT Research, mengatakan bahwa pembaruan triwulanan sebelumnya menunjukkan “perlambatan signifikan” dalam pertumbuhan di luar China dibandingkan dengan kuartal ketiga, ketika penjualan melonjak sekitar 245%.
Analis Morningstar, Jeff Zhang, menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba kurang dari perkiraan analis, menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan jangka panjang kekayaan intelektual inti Pop Mart.
Baca: Tinggal di Jepang Makin Sulit, Pemerintah Perketat Syarat Naturalisasi
“Penurunan rasio pembayaran dividen menjadi 25% pada tahun 2025 dari 35% pada tahun 2024 adalah hal negatif lainnya bagi kami,” kata Zhang, seperti dikutip dari VN Express International, Sabtu (28/3/2026).
“Pop Mart juga telah meningkatkan bisnis lisensi dan operasi taman hiburan, tetapi kami pikir risiko pelaksanaan tetap tinggi.”
Pendorong pertumbuhan utama perusahaan perusahaan mainan ini tetaplah popularitas global Labubu, karakter bergigi ompong yang telah berkembang menjadi sensasi koleksi di seluruh dunia.
Namun, kini perusahaan memperluas jajaran kekayaan intelektualnya, bertujuan untuk mendiversifikasi portofolio IP-nya dengan mempromosikan karakter baru seperti Twinkle Twinkle sebagai daya tarik tersendiri, bukan sebagai pengganti Labubu.
Wang, yang menjabat sebagai CEO dan ketua perusahaan, mengatakan dalam panggilan pasca-pendapatan bahwa “Pop Mart memiliki lebih dari sekadar Labubu.”
Ia mengakui tantangan dalam mempertahankan ekspansi yang cepat, membandingkan pengalaman tersebut dengan “seorang pembalap pemula yang tiba-tiba dilemparkan ke sirkuit F1 – baik pembalap maupun mobil berada di bawah tekanan yang sangat besar.”
Ke depan, Wang mengatakan perusahaan mengharapkan pendapatan tumbuh setidaknya 20% dari tahun ke tahun tahun ini, tetapi menekankan bahwa profitabilitas tidak akan dikorbankan.
“Kami tidak akan mengejar pertumbuhan yang terlalu agresif yang meningkatkan pendapatan dengan mengorbankan profitabilitas,” kata Wang.
Pop Mart juga mengatakan akan terus menambahkan kategori produk baru seperti peralatan rumah tangga, yang diharapkan akan diluncurkan paling cepat bulan depan.
Dimulai pada tahun 2010 oleh Wang yang saat itu berusia 23 tahun sebagai toko mainan kecil di Tiongkok, Pop Mart telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir berkat Labubu, karakter “jelek tapi imut” yang sangat disukai konsumen dan dengan cepat menjadi IP terlaris perusahaan di seluruh dunia.
Labubu menjadi terkenal pada tahun 2024 setelah Lisa Blackpink membagikan foto-foto yang menampilkan mainan tersebut kepada 100 juta pengikut Instagram-nya, membantu mendorongnya ke sorotan global.
Wang sebelumnya termasuk dalam 10 orang terkaya di China tahun lalu, dengan kekayaan bersihnya mencapai US$27,5 miliar pada akhir Agustus, ketika kapitalisasi pasar Pop Mart mencapai sekitar US$56 miliar.
Itu terjadi usai Pop Mart melaporkan hasil tahunan 2025, memangkas kekayaan bersih Wang menjadi US$13,6 miliar atau Rp 231,07 triliun.
Saham perusahaan, bersama melalui kekayaan taipan tersebut, telah menyusut sejak saat itu di tengah tanda-tanda bahwa popularitas Labubu mulai memudar.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260129122418-19-706343/video-bursa-saham-ri-ambruk-digebuk-msci”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706343?comscore=off”,”time”:738,”title”:”Video: Bursa Saham RI Ambruk Digebuk MSCI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/29/speedesk-bursa-saham-ri-ambruk-digebuk-msci-1769669668159_169.png”}]’); Next Article Haji Isam Berharta Rp101 Triliun, Kok Tak Masuk Daftar Orang Terkaya?
Analisis mendalam tentang Harta Bos Labubu Lenyap Rp45,87 Triliun usai Saham Perusahaan Ambles akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
