Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Gonjang-ganjing Pasar Kredit Swasta, Investor Ramai Tarik Dana yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Di sisi lain, pada periode terbaru permintaan mencapai 14% dan hanya 7% yang dapat dipenuhi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Selama bertahun-tahun, NAV Cliffwater relatif stabil di sekitar US$10 hingga US$10,52 per saham, dengan fluktuasi harian yang sangat minim. sedangkan Cliffwater biasanya membatasi pembelian kembali saham hingga 5% per kuartal,
Kombinasi faktor ini memperbesar ketidakpastian terhadap kualitas aset dalam portofolio.
Sebagai interval fund, investor tidak dapat menarik dana kapan saja dan harus menunggu periode tertentu untuk mengajukan redemption.
(Istimewa)
Jakarta, CNBC Indonesia – Investor dilaporkan mulai meninggalkan Cliffwater Corporate Lending Fund senilai US$42 miliar atau sekitar Rp713.03 triliun seiring meningkatnya kekhawatiran atas transparansi dan valuasi aset dalam portofolionya.
Namun laporan tersebut tetap mencantumkan tanggal likuidasi yang sudah lewat tanpa penjelasan tambahan.
Tiga bulan kemudian, nilai investasi tersebut meningkat menjadi US$111,5 juta melalui biaya perolehan US$98,6 juta, serta keuntungan kertas sebesar US$12,8 juta.
Kondisi ini membuat penilaian aset menjadi sangat subjektif dan bergantung pada asumsi.
Sebesar US$11,6 miliar atau 28% lainnya ditempatkan pada kendaraan investasi private lain, di mana Cliffwater mengandalkan nilai aset bersih yang dilaporkan oleh manajer dana tersebut.
Di sisi lain, Cliffwater tetap melaporkan kepemilikan dan bahkan peningkatan nilai investasinya setelah tanggal tersebut berlalu.
Per September 2025, Cliffwater mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar US$11 juta dari investasi tersebut, dengan nilai wajar US$64,9 juta. sedangkan Dana tersebut sebelumnya disebut akan dilikuidasi pada 30 Juni 2025,
Ketergantungan ini membuat investor harus mempercayai berlapis-lapis proses valuasi yang sulit diverifikasi.
Kekhawatiran terhadap valuasi private credit juga meningkat akibat faktor eksternal seperti lonjakan harga minyak, risiko inflasi, serta dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap perusahaan teknologi yang memiliki utang tinggi.
Ketiadaan penjelasan atas perubahan ini semakin memperkuat keraguan investor terhadap transparansi pelaporan.
Menanggapi hal tersebut, Cliffwater menyatakan bahwa tanggal likuidasi yang tercantum merupakan kesalahan administratif yang belum diperbarui setelah perubahan menjadi dana evergreen pada kuartal III-2025.
Salah satu mantan pengawasnya adalah Paul Atkins, yang mengundurkan diri sebelum menjabat sebagai Ketua Securities and Exchange Commission pada April 2025.
Salah satu contoh yang memicu skeptisisme investor adalah investasi Cliffwater di Ares Commercial Finance sejak 2021.
Selain itu, terdapat sekitar 1.700 komitmen pinjaman yang belum dicairkan kepada hampir 1.000 peminjam melalui total mencapai US$6,9 miliar.
Mayoritas nama dalam portofolio tersebut tidak dikenal luas, seperti Accordion Partners, ALKU Intermediate Holdings, hingga ZB Holdco.
Kekhawatiran ini diperparah oleh kompleksitas portofolio yang sulit dipahami, melalui ribuan aset yang tidak familiar bagi investor.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Ramai Jelang Lebaran, Tapi Tetap Ambruk, Terburuk dalam 10 Tahun
Dalam laporan kuartalan terbarunya, Cliffwater mencatat lebih dari 3.600 kepemilikan, termasuk pinjaman langsung ke perusahaan menengah dan investasi di dana private credit lainnya.
Hal ini semakin menyulitkan investor untuk menilai risiko dan kualitas aset yang dimiliki dana tersebut.
Cliffwater merupakan interval fund private credit terbesar yang terdaftar di SEC, melalui total aset mencapai US$42 miliar dan aset bersih US$31,6 miliar pada akhir tahun.
Faktor penyebabnya adalah sekitar 71% atau US$29,7 miliar aset dikategorikan sebagai Level 3, yaitu aset dengan input valuasi yang signifikan namun tidak dapat diamati secara langsung di pasar. yang mengakibatkan Dana evergreen sendiri beroperasi tanpa batas waktu dan perubahan tersebut telah disetujui investor.
Di sisi lain, transparansi valuasi juga menjadi sorotan
Faktor penyebabnya adalah memberi insentif bagi investor untuk keluar di harga yang dinilai masih tinggi.
Secara struktural, dana seperti ini menghadapi tantangan karena menawarkan likuiditas jangka pendek sementara berinvestasi pada aset jangka panjang yang tidak likuid dan sulit dinilai. yang mengakibatkan Stabilitas ini sebelumnya dianggap sebagai keunggulan, namun kini justru memicu kekhawatiran
Internasional Gonjang-ganjing Pasar Kredit Swasta, Investor Ramai Tarik Dana Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720065, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260318104956-17-720065/gonjang-ganjing-pasar-kredit-swasta-investor-ramai-tarik-dana’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 18 March 2026 13:45 Foto: Cliffwater Corporate.
Dampak dari hal tersebut adalah mendorong mereka untuk menjual kepemilikan atau mencoba keluar dari dana tersebut. akibat Dana private credit ini bahkan membatasi penarikan dana (redemption) setelah permintaan jual melonjak tajam dari para pemegang saham.
Melansir Wall Street Journal, banyak investor menilai nilai aset bersih (NAV) yang dilaporkan kemungkinan terlalu tinggi,
Investor yang tetap bertahan berisiko menghadapi penjualan aset melalui harga tidak menguntungkan jika tekanan redemption terus meningkat.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309144954-19-717366/videoada-perang-iran–sentimen-msci-investor-pasang-mode-risk-off”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717366?comscore=off”,”time”:293,”title”:”Video:Ada Perang Iran – Sentimen MSCI, Investor Pasang Mode "Risk-Off"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/ada-perang-iran-hingga-sentimen-msci-investor-pasang-mode-risk-off-1773043543347_169.png”}]’); Next Article Warren Buffett Gak Tertarik Masuk ke Emas, Alasannya Bikin Kaget
Analisis mendalam tentang Gonjang-ganjing Pasar Kredit Swasta, Investor Ramai Tarik Dana akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
