‘Malapetaka’ Hantam Amerika, Risiko Tinggi Jatuh ke Jurang Stagflasi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang ‘Malapetaka’ Hantam Amerika, Risiko Tinggi Jatuh ke Jurang Stagflasi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah didominasi oleh perusahaan AI dan teknologi.

“Jika Anda melihat pasar saham lainnya, kondisinya sangat lesu,” tambahnya.

Trump Hancurkan Kepercayaan

Pada saat yang sama, Stiglitz juga mengatakan ia memperkirakan kebijakan tarif Trump akan meningkatkan inflasi.

Biasanya, ketika menerapkan tarif, suatu negara dapat mengharapkan nilai mata uangnya meningkat, karena negara tersebut membeli lebih sedikit barang dari luar negeri, yang seharusnya menurunkan inflasi. yang mengakibatkan Seperti kurangnya pertumbuhan angkatan kerja pada tahun 2025 dan kenaikan pengangguran bulan lalu.

“Dan, meskipun ada pertumbuhan, pertumbuhan tersebut tidak seimbang”, katanya.

“Sekitar sepertiga berasal dari pembuatan pusat data kecerdasan buatan,” jelasnya merujuk pasar saham berkinerja baik

Faktor penyebabnya adalah secara dramatis meningkatkan pengeluaran pertahanan, setelah Washington memperjelas bahwa Anda tidak dapat bergantung pada AS untuk pertahanan Anda,” katanya sosok yang menjabat sebagai kepala ekonom di Bank Dunia pada akhir tahun 1990-an setelah menjadi ketua dewan penasihat ekonomi presiden AS Bill Clinton.

“Sementara itu, kebijakan Trump telah secara signifikan melemahkan ekonomi AS bahkan sebelum perang,” tegasnya.

Indikator

Ada beberapa indikator yang dikatakanΒ Stiglitz mengkhawatirkan. yang mengakibatkan Meskipun Eropa tentu akan menghadapi tekanan inflasi pada sektor energi juga, mereka juga melihat stimulus pertumbuhan

Ia menegaskan, bisnis “tidak dapat berinvestasi dalam keadaan seperti ini”.

“Mereka tidak tahu berapa tarif yang akan dikenakan, (atau) berapa lama perang ini akan berlangsung.

Faktor penyebabnya adalah Trump telah menghancurkan kepercayaan pada Amerika dan dolar,” ujarnya.

“Dolar yang lebih lemah berarti bahwa, alih-alih inflasi yang lebih rendah akibat tarif, justru inflasi yang lebih tinggi… yang mengakibatkan Namun dalam kasus ini, ia menunjukkan bahwa “dolar telah melemah”.

“Itu,

Semua yang kita impor menjadi lebih mahal dalam dolar,” jelasnya lagi.

Ditambah lagi sekarang ada inflasi akibat perang, serta ketidakpastian yang lebih besar di kalangan rumah tangga dan bisnis.

Internasional ‘Malapetaka’ Hantam Amerika, Risiko Tinggi Jatuh ke Jurang Stagflasi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719672, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317082113-17-719672/malapetaka-hantam-amerika-risiko-tinggi-jatuh-ke-jurang-stagflasi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 17 March 2026 09:10 Foto: Ekonomi AS (Infog/Arie Pratama)

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang di Timur Tengah akan menempatkan Amerika Serikat (AS) pada “malapetaka” baru.

Hal ini memicu kekhawatiran akan guncangan pada sistem perdagangan global, yang sudah tertekan oleh serangan tarif Presiden AS Donald Trump serta fragmentasi rantai pasokan sejak pandemi Covid-19 dan perang Rusia di Ukraina.

Baca: Turki Jadi Target AS-Israel Setelah Iran?

Pakar Rusia Ungkap Fakta Ini

Amerika Serikat Paling Berisiko

Lebih lanjut, ujar Stiglitz yang bersama-sama memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 2001 untuk analisisnya tentang pasar melalui informasi asimetris, AS adalah negara yang paling berisiko mengalami stagflasi.

Ini menyebabkan harga minyak melonjak.

Harga minyak global telah naik 40 hingga 50% setelah Iran menutup jalur air tersebu, menyerang target industri energi serta perkapalan di Teluk sebagai respons terhadap perang AS-Israel melawan republik Islam tersebut.

Ia menunjuk hal yang sama selama guncangan minyak pada tahun 1970-an.

“Risiko stagflasi tampaknya cukup tinggi bagi AS,” kata profesor di Universitas Columbia di New York itu.

“Situasi di tempat lain tidak begitu jelas…

Bahkan sebelum perang meletus pada 28 Februari melalui serangkaian serangan AS dan Israel terhadap Iran, Stiglitz mengatakan ekonomi AS sudah “mendekati stagflasi”, merujuk ke perpaduan yang bermasalah antara inflasi tinggi dan pertumbuhan yang lemah.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: 7 Update Arab: Iran Ancam Perusahaan AS-Raksasa NATO Warning Israel

“Ada sejumlah indikator pertumbuhan lambat sebelum perang”, katanya dalam sebuah wawancara di markas besar PBB di Eropa di Jenewa, mengutip AFP, Selasa (17/3/2026).

“Ini hanya…

Mereka tidak tahu berapa harga energi nantinya,” kata Stiglitz.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260312105054-19-718352/video-harga-minyak-terancam-tembus-usd-200-barel-hingga-ihsg-amblas”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/718352?comscore=off”,”time”:368,”title”:”Video: Harga Minyak Terancam Tembus USD 200/barel Hingga IHSG Amblas”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/12/harga-minyak-terancam-tembus-usd-200barel-hingga-ihsg-rupiah-amblas-1773288029446_169.png”}]’); Next Article Kredit Macet di AS Hantui Pasar Global, Bursa Eropa Berguguran

Negara itu berisiko tinggi jatuh ke dalam jurang “stagflasi”.

Hal ini dikatakan ekonom peraih Hadiah Nobel Joseph Stiglitz.

mendorong kita melewati ambang batas,” tegasnya.

Baca: Petaka Hantam “Surga Dunia”, Banjir Bandang & Salju Lumpuhkan Pulau

Perang di Timur Tengah praktis menghentikan aktivitas di Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak mentah dunia dan sejumlah besar gas.

Analisis mendalam tentang ‘Malapetaka’ Hantam Amerika, Risiko Tinggi Jatuh ke Jurang Stagflasi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *