BI Catat Utang Luar Negeri RI Capai US$434,7 M di Januari 2026

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Catat Utang Luar Negeri RI Capai US$434,7 M di Januari 2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0% dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,3%); Jasa Pendidikan (16,2%); Konstruksi (11,6%); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%).

Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan posisi ULN Pemerintah pada Januari 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh 5,6% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan melalui pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 5,5% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, melalui pangsa mencapai 80,1% terhadap total ULN swasta.

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang melalui pangsa mencapai 99,98% dari total ULN pemerintah.

Baca: Utang Luar Negeri RI Naik, Ekonom Ingatkan Resiko Ini!

Adapun, BI mencatat posisi ULN swasta tercatat sebesar 193,0 miliar dolar AS pada Januari 2026, menurun dibandingkan melalui posisi pada Desember 2025 sebesar 194,0 miliar dolar AS.

“ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang melalui pangsa mencapai 76,2% terhadap total ULN swasta,” ujar Ramdan.

Dia memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,6% pada Januari 2026 dari 29,9% pada Desember 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,6% dari total ULN,” ujar Ramdan.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, dia memastikan Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

Penurunan posisi ULN swasta tersebut dipengaruhi oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Ternyata RI Paling Banyak Ngutang ke Negara Ini

“Perkembangan ULN pada Januari 2026 tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program dan proyek pemerintah serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring melalui tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujarnya, dalam pernyataan resmi, Senin (16/3/2026)

Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Posisi ULN Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$ 434,7 miliar atau secara tahunan tumbuh 1,7% (yoy).

Angka ini lebih rendah dibandingkan melalui pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 1,8% (yoy).

“Upaya tersebut dilakukan melalui meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” katanya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309164443-19-717429/video-harga-minyak-melambung-ancam-defisit-apbn-ri-wajib-waspada”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717429?comscore=off”,”time”:641,”title”:”Video: Harga Minyak Melambung Ancam Defisit APBN, RI Wajib Waspada!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/harga-minyak-melambung-ancam-defisit-apbn-melembar-ri-wajib-waspada-1773050877719_169.png”}]’); Next Article Breaking News!

BI Catat Utang Luar Negeri RI Capai US$434,7 M di Januari 2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719366, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260316120852-17-719366/bi-catat-utang-luar-negeri-ri-capai-us-4347-m-di-januari-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 16 March 2026 12:10 Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengklaim posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7% (yoy) pada Januari 2026, lebih dalam dibandingkan melalui bulan sebelumnya sebesar 0,2% (yoy).

Analisis mendalam tentang BI Catat Utang Luar Negeri RI Capai US$434,7 M di Januari 2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *