Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Siaga 1, Harga Minyak Diprediksi Bakal ke US$128 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Siaga 1, Harga Minyak Diprediksi Bakal ke US$128 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717173, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260309084805-17-717173/siaga-1-harga-minyak-diprediksi-bakal-ke-us-128-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 09 March 2026 09:05 Foto: minyak dunia
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia diperkirakan masih akan melanjutkan reli tajam di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi konflik setelah serangan terhadap Iran yang dilancarkan oleh Israel dan United States, yang dinilai dapat memicu krisis energi lebih besar dibandingkan tahun 2022.
Secara teknikal, indikator juga menunjukkan potensi target agresif hingga US$181,29 per barel, yang merupakan proyeksi 100% dari gelombang C saat ini.
Kedua target tersebut dinilai berpotensi tercapai jika situasi geopolitik global saat ini terus memburuk.
Dalam jangka sangat pendek, grafik lima menit menunjukkan level support awal berada di US$105,74 per barel.
Proyeksi ini muncul setelah harga WTI melonjak jauh di atas resistensi penting US$101,71 yang merupakan retracement 61,8% dari tren penurunan sebelumnya.
Kontrak WTI saat ini diyakini berada dalam gelombang C yang kuat, yakni gelombang ketiga dari siklus tiga gelombang jangka panjang sejak titik terendah sekitar US$17 pada 2021.
Proyeksi tersebut muncul setelah harga Brent menembus area resistensi penting di US$105,43 hingga US$108,48 dan membentuk celah kenaikan (runaway gap) kedua pada perdagangan Senin.
Zona resistensi tersebut terbentuk dari level proyeksi Fibonacci 38,2% dari gelombang C yang kuat sejak level US$58,81 serta retracement 61,8% dari tren penurunan yang dimulai dari US$139,19.
Jika momentum ini berlanjut, harga minyak bahkan berpotensi melesat menuju kisaran US$134,40 hingga US$139,19 per barel.
Dampak dari hal tersebut adalah tidak digunakan sebagai titik dasar perhitungan.
Analisis proyeksi terhadap gelombang C menunjukkan target konservatif di sekitar US$144,39 dan target agresif hingga US$204,15 per barel. akibat Level negatif US$40,32 yang sempat terjadi pada April 2020 dianggap terlalu ekstrem
Analis teknikal Reuters memperkirakan lonjakan harga bahkan dapat menembus kisaran US$120 hingga US$128 atau sekitar Rp2.16 juta per barel dalam waktu dekat.
Melansir laporan analis Reuters Wang Tao, kontrak minyak Brent Crude Oil berpotensi melonjak ke kisaran US$120,22 hingga US$128,26 per barel.
Menurut Wang Tao, kondisi teknikal ini menunjukkan pasar telah memasuki fase bull run eksplosif yang sulit dibendung oleh level resistensi mana pun.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Harga Minyak Tembus US$100, Saatnya RI Gaspol B50?
Jika harga turun menembus level tersebut, maka koreksi lanjutan berpotensi membawa harga turun menuju area US$103,50 per barel.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260302110203-19-715099/video-rupiah-ambles–harga-minyak-sentuh-level-tertinggi-4-tahun”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715099?comscore=off”,”time”:373,”title”:”Video: Rupiah Ambles – Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/02/ihsg-rupiah-ambles-hingga-harga-minyak-naik-ke-level-tertinggi-di-4-tahun-1772424554266_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Menguat, Pasokan dan Optimisme Dagang Dorong Brent
Namun dalam kondisi pasar yang sangat volatil, analis menilai cukup sulit mengidentifikasi level support jangka pendek yang kuat.
Sementara itu, kontrak minyak mentah AS West Texas Intermediate juga diperkirakan akan melanjutkan penguatan menuju puncak tahun 2022 di US$130,50 per barel.
Analisis mendalam tentang Siaga 1, Harga Minyak Diprediksi Bakal ke US$128 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
