Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga minyak dunia melampaui US$100 per barel.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Baca: Hemat Bensin di Tengah Krisis, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan
JPMorgan memperkirakan pemangkasan produksi minyak global bisa melampaui 4 juta barel per hari jika Selat Hormuz tetap tertutup hingga pekan depan.
Lonjakan harga pun mulai terlihat di pasar energi.
Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah serangan Iran, padahal negara tersebut menyumbang sekitar 20% ekspor LNG global.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260306122817-19-716628/video-global-memanas-ada-reformasi-ini-prospek-bisnis-reksa-dana”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/716628?comscore=off”,”time”:112,”title”:”Video: Global Memanas & Ada Reformasi, Ini Prospek Bisnis Reksa Dana”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/06/global-memanas-ada-reformasi-ini-prospek-bisnis-reksa-dana-ri-1772775486467_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Stabil, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi
Namun, negara itu tidak mengungkapkan berapa besar pemangkasan produksi yang dilakukan.
Mereka hanya menggambarkan pengurangan produksi itu sebagai langkah pencegahan yang akan ditinjau kembali seiring perkembangan situasi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Perusahaan minyak nasional, Kuwait Petroleum Corporation, memastikan pihaknya siap memulihkan tingkat produksi jika kondisi keamanan kembali memungkinkan.
Kuwait sendiri merupakan produsen minyak terbesar kelima di OPEC melalui produksi sekitar 2,6 juta barel per hari pada Januari lalu.
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk membuat kapal tanker berhenti melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk.
Brent ditutup di level US$92,69 per barel, sementara West Texas Intermediate mencapai US$90,90 per barel.
Selain minyak, konflik juga mengganggu pasokan gas alam dunia.
Pada perdagangan Jumat, harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka.
Negara-negara produsen minyak di kawasan terpaksa menurunkan produksi ketika kapasitas penyimpanan mulai penuh.
Irak bahkan telah memangkas produksi hingga 1,5 juta barel per hari setelah kehabisan ruang penyimpanan, menurut pejabat pemerintah yang dikutip Reuters.
Kepala riset komoditas global di JPMorgan Natasha Kaneva mengatakan pasar kini tidak hanya menghadapi risiko geopolitik, tetapi juga gangguan operasional nyata pada rantai pasokan energi global.
“Kini pasar tidak lagi hanya memperhitungkan risiko geopolitik, tetapi juga mulai menghadapi gangguan operasional yang nyata,” kata Kaneva, dikutip dari Reuters, Minggu (8/3/2026).
Jika konflik AS-Iran berlangsung lebih dari tiga minggu, negara-negara Teluk diperkirakan akan kehabisan kapasitas penyimpanan dan terpaksa menghentikan produksi minyak.
Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717090, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260308184356-17-717090/kapal-tidak-bisa-lewat-teluk-persia-kuwait-pangkas-produksi-minyak’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia 08 March 2026 22:00 Foto: Kilang minyak Kuwait (Tangkapan layar KNPC)
Jakarta, CNBC Indonesia — Kuwait memutuskan memangkas produksi minyak dan output kilang setelah kapal tanker tidak lagi dapat melintasi Teluk Persia akibat meningkatnya ancaman dari Iran.
Pemerintah Kuwait menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan di tengah memanasnya konflik di kawasan.
Faktor penyebabnya adalah kapal tanker tidak beroperasi. yang mengakibatkan Sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit tersebut.
Akibatnya, pasokan minyak kini menumpuk di Timur Tengah
Analisis mendalam tentang Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
