Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp16.900

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp16.900 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dan cenderung memburu aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Berkepanjangannya konflik di Timur Tengah juga dinilai berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, memperkuat dolar AS, serta memperkecil peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.

Di sisi lain, kembali memudar setelah ketegangan meningkat lagi. sedangkan Kondisi ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca: Harga Meroket, 6 Raja Batu Bara RI Ini Makin Tajir

Harapan akan meredanya konflik sebelumnya sempat muncul,

Meski begitu, pada perdagangan sebelumnya DXY sempat menguat tajam 0,55%.

//

Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari dinamika dolar AS di pasar global.

Dolar AS memang cenderung bergerak melemah pada perdagangan Jumat pagi, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun.

Di saat yang sama, sentimen risk-off masih memberi ruang bagi dolar untuk tetap kuat dalam jangka pendek, terutama selama premi risiko di pasar energi masih tinggi.

Kondisi tersebut membuat ruang penguatan mata uang lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, sepanjang perdagangan rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh Rp16.930/US$ sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahannya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,31% ke level 99,017.

Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp16.900 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716721, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260306144527-17-716721/rupiah-loyo-jelang-akhir-pekan-dolar-as-naik-ke-rp16900’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 06 March 2026 15:03 Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS).

(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/3/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di zona merah melalui pelemahan 0,15% ke level Rp16.900/US$.

Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah memang sudah dibuka melemah di level yang sama dengan posisi penutupan.

Sebaliknya, situasi ini justru membuka peluang pelemahan yang lebih besar bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, baik melalui kebijakan di pasar NDF luar negeri maupun lewat intervensi transaksi spot dan DNDF di pasar domestik.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$

Analisis mendalam tentang Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Naik ke Rp16.900 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *