IHSG Melesat, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Melesat, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp213,98 miliar di pasar reguler dan Rp117,91 miliar di seluruh pasar.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat.

Secara proforma, total aset diperkirakan menjadi Rp1.361 triliun dari sebelumnya Rp1.362 triliun, sementara laba bersih per saham meningkat Rp3 menjadi Rp540.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ELSA – Buy 850-860 | TP 900-935 | SL 800

  • ANTM – Buy 3930-3950 | TP 4120-4220 | SL 3680

  • BMRI – Buy 4950-4970 | TP 5075-5200 | SL 4700

  • DEWA – Buy 450-456 | TP 476-488 | SL 432

  • TINS – Buy 3720-3740 | TP 3990-4110 | SL 3500

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.Β 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai melalui profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Periode pelaksanaan direncanakan berlangsung selama 12 bulan, yakni mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.

Dana tersebut bersumber dari free cash flow berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Rencana buyback masih menunggu persetujuan RUPST pada 9 Maret melalui mengacu pada POJK No.

Sektor Basic Industry mencatat penurunan terdalam sebesar 7,42%.

Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 4,57% ke level 7.577,06 pada perdagangan Rabu (4/3).

Namun, pada perdagangan pagi ini, Kamis (5/3/2026)Β IHSGΒ berballik melesat hingga 2%.

Sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan.

Sebaliknya, TLKM (-7,25%), AMMN (-10,62%), dan BRMS (-13,27%) membebani indeks.

IHSG Melesat, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716160, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260305084213-17-716160/ihsg-melesat-ini-5-rekomendasi-saham-yang-bisa-dilirik’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia 05 March 2026 09:30 Mega Capital Sekuritas PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 melalui layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.

SGRO (+7,81%), IFSH (+25,00%), dan POLU (+9,68%) menjadi penggerak kenaikan terbesar.

Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebesar US$181,7 juta.

Perseroan menargetkan pendapatan di kisaran US$1,8–3,8 miliar, melalui proyeksi produksi batubara sebesar 39–76 juta ton dan volume penjualan 39–78 juta ton.

Indeks Dow Jones naik 0,49% ke 48.739, diikuti S&P 500 yang bertambah 0,78% ke 6.869, serta Nasdaq yang menguat 1,29% ke 22.807.Β 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kekhawatiran terhadap dampak perang Iran mulai mereda, meski ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing masih melemah 1,63% dan 4,28% seiring revisi outlook negatif Fitch terhadap Indonesia.

Sementara itu, Bayan Resources (BYAN) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar US$200–300 juta pada 2026, setara Rp3,38–5,07 triliun melalui asumsi kurs Rp16.916 per dolar AS.

Pelemahan terjadi merata, melalui seluruh 11 sektor berakhir di zona merah.

Meski demikian, volume penjualan meningkat 25,97% secara tahunan menjadi 70,8 juta ton dan produksi naik 19,5% menjadi 68 juta ton.

Di sektor perbankan, Bank Negara Indonesia (BBNI) menyiapkan dana maksimal Rp905,48 miliar untuk melaksanakan aksi pembelian kembali saham melalui jumlah tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor.

Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google Next Article Breaking!

Manajemen memperkirakan average selling price (ASP) berada di rentang US$46–48 per ton, cash cost produksi US$36–42 per ton, serta stripping ratio 4,8–5,2 kali.

Pada 2025, BYAN mencatat penurunan ASP menjadi US$48,4 per ton dari US$61,3 per ton pada 2024.

Analisis mendalam tentang IHSG Melesat, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *