Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Profil Sultan Subang, Tersangka Goreng Saham BEBS Bikin Rugi Rp14,5 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Profil Sultan Subang, Tersangka Goreng Saham BEBS Bikin Rugi Rp14,5 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716138, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260305065954-17-716138/profil-sultan-subang-tersangka-goreng-saham-bebs-bikin-rugi-rp145-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 05 March 2026 08:17 Foto: Sultan Subang Asep Sulaeman melalui PT Lembur Sadaya Investama menjual saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Faktor penyebabnya adalah saat masih sekolah di Pondok Pesantren Gontor pun dia kerap jualan emperan di Malioboro. yang mengakibatkan Alhasil, untuk meringankan beban dia keluar dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Subang dan memulai merintis bisnis.
Bagi Asep, berdagang bukan hal baru
Tepat di usia 25 tahun, mulanya dia menyewa lahan milik orang tuanya untuk beternak 10.000 ekor ayam.
Sepak terjangnya di dunia bisnis dapat ditarik sejak krisis moneter menghantam Indonesia dan sebagian wilayah Asia lainnya.
Krisis ekonomi 1997-1998 membuat Asep Sulaiman Subanda pusing.
Faktor penyebabnya adalah kekayaan yang dimilikinya. yang mengakibatkan
Dari jualan ayam, Asep dijuluki Sultan Subang
Asep adalah Direktur Utama PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM GROUP).
Pada 2001 dia tak lagi bekerja mandiri dan memilih untuk membangun kemitraan.
Bahkan kalau semua kekayaan bapak habis, itu tetap tidak ada artinya dibanding asa depanmu,” kata Sang Bapak dikutip majalah Akses (Juli 2007).
Berkat ucapan bapaknya itu dia mulai mencicil hutang-utangnya.
Asep tercatat sebagai pimpinan Ponpes Al Ihya.
Zulfikar Mohammad Ali Indra lewat entitas bisnisnya diketahui berhasil menjual sejumlah saham BEBS dan mengantongi hingga Rp 570 miliar.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304140628-19-715961/video-anjlok-makin-dalam-ihsg-terkoreksi-45-di-pembukaan-sesi-ii”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715961?comscore=off”,”time”:178,”title”:”Video: Anjlok Makin Dalam, IHSG Terkoreksi 4,5% di Pembukaan Sesi II”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/anjlok-makin-dalam-ihsg-terkoreksi-45-ke-posisi-7500-an-1772608122745_169.png”}]’); Next Article Heboh Duit Nasabah Mirae Lenyap Rp 71 Miliar, Ini Respons OJK
Seluruhnya difungsikan untuk ternak ayam yang mampu menampung jutaan ekor ayam.
Perusahaan ini menyediakan bibit, pakan, obat-obatan dan pembinaan teknis.
Alhasil, hutangnya menggunung hingga Rp 180 juta.
“Dari sini dia dijuluki ‘Si Banyak Utang’,” tulis Zuhud Rozaki dalam The Big 4 In Live (2013)
Pada momen inilah Asep putus asa.
Sisanya diberikan kepada para petani.
Keberhasilan ini membuatnya mampu melunasi hutang sekaligus membangun jaringan bisnis bernama Santika Group.
Faktor penyebabnya adalah banyak ayam yang mati terserang penyakit,” tulis majalah Akses (Juli 2007)
Untuk menambal kerugian dan memulai kembali bisnis dia mulai meminjam uang. yang mengakibatkan Tidak seperti sebelumnya, kali ini bisnisnya tidak moncer.
“Asep malah rugi Rp 70 juta
Pada 2007, Asep memiliki 32 hektar lahan di 7 lokasi berbeda.
Total ada 600 petani yang tersebar di Subang, Purwakarta, Bandung, Indramayu, Sumedang, Bandung, Garut, sampai Malang.
Kondisi ini membuat bapaknya prihatin dan hanya memberi motivasi, alih-alih membayar seluruh hutang anaknya.
“Utang segitu aja kok dibilang banyak.
Ayamnya dibesarkan lalu dijual ke pasaran oleh dirinya sendiri.
Keduanya merupakan wakil pimpinan di pondok pesantren yang berbasis di Subang, Jawa Barat tersebut.
Kemudian barulah nama Asep Sulaeman Sabanda mulai muncul di KSEI.
Mengutip laman resmi perusahaan, SEAM Group merupakan konglomerasi bisnis yang bergerak di empat sektor utama yakni infrastruktur, peternakan unggas, properti dan energi terpadu.
Jadi Pengendali BEBS
Nama Asep tiba-tiba ramai diperbincangkan setelah muncul di KSEI dan diketahui memborong saham BEBS yang telah naik signifikan dari harga IPO.
per tanggal 14 Januari 2022, Asep diketahui memborong 481,65 juta saham MTEL pada tanggal 13 Januari.
Dampak dari hal tersebut adalah memperoleh dana IPO Rp 200 miliar. akibat Sementara tidak boleh dilakukan perdagangan,” ungkap Bolly dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026).
Sebagai informasi, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) yang dikendalikan Asep Sulaeman Sabanda (ASS) resmi melantai di BEI pada 10 Maret 2021 dengan menawarkan 2 miliar lembar saham dengan harga Rp 100 per saham,
Yang totalnya Rp14 – 14,5 Triliun, itu kami freeze.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemegang manfaat akhir (ultimate beneficiary owner) atau pengendali dari emiten konstruksi Berkah Beton Sadaya (BEBS) Asep Sulaeman Sabanda ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus manipulasi harga saham BEBS.
Sosok yang secara luas dikenal sebagai Sultan Subang ini menjadi tersangka bersama salah satu Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Dugaan tindak pidana pasar modal ini terjadi dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2022 dan diduga melibatkan Asep selaku beneficial owner PT BEBS dan MWK selaku mantan Direktur Investment Banking Mirae, serta korporasi Mirae, dengan modus insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.
Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan harga saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen.
Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengungkapkan total keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ilegal ini ditaksir mencapai Rp 14,5 triliun.
“Itu sekitar ada 2 miliar lembar saham melalui harga saham sekitar Rp 7.000 sekian.
Sampai 5 tahun ada 2,2 juta ayam potong yang dipasarkan oleh Asep.
Lambatnya roda perekonomian dirasakan juga oleh keluarganya yang berternak ayam.
Pada titik tertinggi harga saham BEBS sempat menyentuh Rp 1.490 per saham atau setara Rp 7.450 per saham sebelum stocksplit.
Artinya total saham IPO (2 miliar lembar sebelum stocksplit/10 miliar lembar setelah stock split) jika dipertahankan pada titik tertinggi (Rp 7.450 per saham sebelum stocksplit/Rp1.490 per saham setelah stock split) akan menghasilkan total keuntungan hingga Rp 14,7 triliun setelah dikurangi modal awal IPO Rp 200 miliar.
Sosok Sultan Subang
Sebelum ramai diperbincangkan di kancah nasional, Asep Sulaeman diketahui memulai bisnis dari berbisnis ayam di kampung.
Kini, dia tak hanya berdagang ayam dan mulai merambah ke sektor baru.
Para petani itu yang kemudian mengelola ternak ayam hingga siap jual ke pasar.
Keberhasilan ini membuat pria kelahiran 16 Januari 1977 itu melebarkan kandang ayamnya.
Jadi bisa dikatakan pengalamannya sudah cukup mandiri untuk berbisnis.
Sama seperti Bapaknya, Shobur Tadjudin, dia juga bermain di ternak ayam.
Konon, kepemilikan ini yang terbesar kedua di Asia Tenggara setelah milik Charoeon di Thailand.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) tercatat menjadi satu-satunya underwriter dalam IPO ini.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Tak lama setelah IPO Harga saham BEBS melesat signifikan hingga membuat perusahaan memilih untuk melakukan pemecahan saham 1:5.
Ini merupakan aksi perdana, di mana sebelumnya, Asep tidak punya kepemilikan – setidaknya secara langsung – di emiten tersebut.
Total kepemilikan tersebut mewakili 5,35% total saham BEBS, pembelian tersebut dilakukan menggunakan enam sekuritas berbeda atas nama pribadi.
Kala itu, total dana yang dikeluarkan Asep untuk memborong saham emiten beton tersebut ditaksir mencapai Rp 2,42 triliun.
Pertama ada Zulfikar Mohammad Ali Indra yang tercatat sebagai pemilik manfaat terakhir BEBS saat IPO, kemudian ada Yayan Suryana yang merupakan salah satu pemegang saham utama BEBS kala IPO.
Karena kebesaran nama bapaknya, dia jadi mudah memperoleh pinjaman ratusan juta.
Faktor penyebabnya adalah jejaringnya di Pesantren Al Ihya.
Tiga pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya tercatat sebagai tokoh sentral pemilik perusahaan yang bergerak di sektor material tersebut. yang mengakibatkan Setelahnya, Asep mulai rutin mengakumulasi saham BEB dan lewat sejumlah aksi beli dirinya menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali baru dari BEBS.
Menjadi pengendali BEBS sendiri bukan hal yang susah dilakukan Asep, hal ini
(Tangkapan Layar Facebook Pondok Pesantren Al-Ihya Subang).
Analisis mendalam tentang Profil Sultan Subang, Tersangka Goreng Saham BEBS Bikin Rugi Rp14,5 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
