Breaking News! Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp16.810/US$

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp16.810/US$ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dampak dari hal tersebut adalah menopang penguatan DXY.

Menguatnya indeks dolar tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap dolar AS, yang pada akhirnya dapat memberi tekanan pada mayoritas mata uang lain, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data inflasi Februari 2026 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik BPS hari ini.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen IHK pada Februari 2026 akan mengalami inflasi sebesar 0,3% secara bulanan. akibat Kondisi ini mendorong pelaku pasar cenderung memburu aset berdenominasi dolar AS,

Seperti diketahui, perkembangan inflasi merupakan salah satu faktor utama yang diperhatikan BI dalam menentukan arah BI Rate, yang pada akhirnya juga akan berdampak pada pergerakan rupiah.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$

Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp16.810/US$ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715008, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260302081223-17-715008/breaking-news-dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-ke-rp16810-us-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 02 March 2026 09:05 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan pertama nya di pekan ini, Senin (2/3/2026).

seiring respon pasar terhadap memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah usai serangan Israel dan AS ke Iran pada akhir pekan lalu.

Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda terdepresiasi ke level Rp16.810/US$ atau melemah sebesar 0,30%.

Setelah di perdagangan terakhir, Jumat (27/2/2026) rupiah mengakhiri perdagangan melalui pelemahan 0,06% di level Rp16.760/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau sedang berada di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,22% atau naik ke level 97,821.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari eksternal, penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi diperkirakan mencapai 4,34%, melalui inflasi inti diproyeksikan menguat ke 2,49%.

Sebagai catatan, pada Januari 2026 Indonesia mengalami deflasi 0,15% secara bulanan.

Faktor penyebabnya adalah berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk mengganggu lalu lintas maritim di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Selain itu, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset-aset AS di sejumlah negara sekitar, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. yang mengakibatkan Konflik tersebut memicu kekhawatiran pasar global

Faktor penyebabnya adalah dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depan. yang mengakibatkan Namun, inflasi Februari 2026 diyakini berpotensi meningkat seiring momen Ramadan yang mulai berlangsung pada 19 Februari 2026.

Rilis inflasi ini akan menjadi perhatian penting pasar

Meski demikian, secara tahunan IHK masih mencatat inflasi 3,55%, sedangkan inflasi inti berada di level 2,45%.

Dalam catatan BPS, inflasi bulanan pada Februari dalam lima tahun terakhir relatif rendah, rata-rata hanya sebesar 0,03%.

Analisis mendalam tentang Breaking News! Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp16.810/US$ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *