Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.860 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Meski terkoreksi sore ini, pada perdagangan sebelumnya DXY ditutup menguat 0,23%.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
//
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.
Menyempitnya defisit NPI juga ditopang surplus neraca pendapatan sekunder yang lebih tinggi, seiring meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengumumkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit US$1,5 miliar atau 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang 2025.
Defisit tersebut lebih rendah dibanding 2024 yang mencapai US$8,6 miliar atau 0,6% dari PDB.
“Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring melalui kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur,” dikutip dari siaran pers BI, Jumat (20/2/2026).
Baca: BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Biang Keroknya Terungkap!
Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.860 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712529, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260220145439-17-712529/rupiah-menguat-jelang-akhir-pekan-dolar-as-turun-jadi-rp16860’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama, CNBC Indonesia 20 February 2026 15:05 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (20/2/2026).
Melansir data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.860/US$ atau menguat tipis 0,06%.
Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah setelah pada perdagangan sebelumnya juga ditutup menguat.
Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah sejatinya sudah menguat 0,18% di level Rp16.840/US$.
DXY bertahan di level terkuatnya dalam satu bulan terakhir dan masih berada di jalur kenaikan lebih dari 1% dalam sepekan, yang berpotensi menjadi performa terkuatnya dalam lebih dari empat bulan.
Kondisi tersebut mencerminkan permintaan yang masih tinggi terhadap aset berdenominasi dolar, yang pada gilirannya dapat menekan mata uang lain, termasuk rupiah.
Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir salah satunya ditopang nada kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang dinilai masih cenderung ketat, setelah risalah rapat menunjukkan sejumlah pejabat membuka ruang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali bertahan tinggi.
Sikap ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko dan meningkatkan permintaan dolar.
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260119093250-19-703253/video-rupiah-masih-lanjut-melemah-bi-rate-ditahan-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/703253?comscore=off”,”time”:476,”title”:”Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/19/dolar-as-perkasa-bikin-rupiah-sentuh-level-terlemah-bi-rate-ditahan-lagi-1768790813722_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$
Adapun pada kuartal IV-2025, NPI tercatat surplus US$6,1 miliar, ditopang perbaikan transaksi berjalan serta kenaikan remitansi PMI.
Dari eksternal, dolar AS masih berada dalam tren penguatan secara mingguan.
Namun pergerakan rupiah sempat berbalik arah dan masuk zona merah melalui melemah 0,21% hingga menyentuh Rp16.905/US$, sebelum akhirnya kembali menguat dan ditutup di zona hijau.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,03% ke level 97,901.
Analisis mendalam tentang Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Turun Jadi Rp16.860 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
