Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,5 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,5 Miliar Sepanjang Tahun 2025 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,5 Miliar Sepanjang Tahun 2025 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712413, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260220112030-17-712413/neraca-pembayaran-ri-defisit-us–15-miliar-sepanjang-tahun-2025’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia 20 February 2026 11:28 Foto: Gedung Bank Indonesia.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengumumkan, neraca pembayaran Indonesia alias NPI mengalami defisit sebesar US$ 1,5 miliar (0,1% dari PDB) sepanjang tahun 2025.

Seiring melalui neraca perdagangan migas yang mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik.

Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV-2025 dibandingkan dengan kondisi pada triwulan III-2025.

Ditopang oleh neraca perdagangan migas yang surplus, neraca pendapatan sekunder yang meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi PMI.

Adapun untuk transaksi berjalan yang mencatat defisit sebesar US$ 2,5 miliar (0,7% dari PDB), setelah pada triwulan III-2025 mencatat surplus sebesar US$ 4,0 miliar (1,1% dari PDB).

Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen.

Baca: Warga RI Doyan Parfum Arab Saudi, Impor Wewangian Melonjak 23.000%

Adapun transaksi modal dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar US$ 4,2 miliar didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring melalui ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, untuk NPI kuartal IV-2025 surplus sebesar US$ 6,1 miliar.

Nilai itu lebih rendah dibandingkan melalui defisit tahun 2024 sebesar US$ 8,6 miliar (0,6% dari PDB).

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur,” dikutip dari siaran pers BI, Jumat (20/2/2026).

Menurunya defisit NPI juga disebabkan surplus neraca pendapatan sekunder yang juga lebih tinggi.

Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun.

(arj/miq) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260219091829-19-712007/video-bank-indonesia-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-475″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/712007?comscore=off”,”time”:68,”title”:”Video: Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/19/bank-indonesia-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-475-1771473272734_169.png”}]’); Next Article Video: Tunggu Hasil RDG BI, IHSG Tancap Gas ke 8.200

Dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa telekomunikasi sejalan melalui peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi.

Analisis mendalam tentang Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,5 Miliar Sepanjang Tahun 2025 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *