Bitcoin Terancam Bull Trap, Area US$76.000 Jadi Zona Rawan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bitcoin Terancam Bull Trap, Area US$76.000 Jadi Zona Rawan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah itu, area US$76.000 dinilai berisiko sebab bertepatan dengan harga masuk rata-rata Strategy yang berpotensi mendorong pengurangan eksposur.

Meski demikian, tidak ada indikasi Strategy akan menjual kepemilikannya. yang mengakibatkan Oleh

Kondisi ini dinilai dapat menambah tekanan harga bahkan jika Bitcoin kembali mendekati harga rata-rata pembelian.

Ia menambahkan sekitar 63% kekayaan Bitcoin yang diinvestasikan memiliki basis biaya di atas US$88.000.

Dampak dari hal tersebut adalah arah selanjutnya masih diperdebatkan analis kripto.

Melansir Trading View, Jumat (20/2/2026) sebagian pelaku pasar menilai struktur harga saat ini dapat menjadi fondasi untuk kenaikan lanjutan. akibat Saat ini, Bitcoin bergerak dalam kisaran di bawah US$70.000

Saat ini sekitar 1,28 juta BTC berada dalam dana tersebut melalui estimasi harga masuk rata-rata di kisaran US$84.000 hingga US$90.000.

Baca: Bukan Kiamat Crypto, Kejatuhan Harga Bitcoin Hanya Reset Struktural

Sejak akhir 2025, ETF tersebut mencatat arus keluar bersih lebih dari US$6 miliar.

Menurut Sherlock, setiap kenaikan menuju US$74.000-US$76.000 akan membawa kepemilikan besar tersebut mendekati titik impas.

Level impas kerap menjadi area jual bagi investor besar.

Bitcoin Terancam Bull Trap, Area US$76.000 Jadi Zona Rawan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712538, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260220151833-17-712538/bitcoin-terancam-bull-trap-area-us-76000-jadi-zona-rawan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 20 February 2026 18:30 Foto: Ilustrasi Bitcoin.

Artinya, sebagian besar pembeli pada 2025 masih berada dalam posisi rugi dan reli menuju level tersebut berpotensi menjadi bull trap.

Dengan demikian, kenaikan ke area US$72.000-US$76.000 dinilai berpotensi menjadi bull trap pertama.

Perusahaan bahkan berulang kali menegaskan tidak berniat melepas Bitcoin dan menyatakan neracanya mampu menahan penurunan tajam, termasuk jika harga jatuh di bawah US$10.000.

Sherlock juga menyoroti tekanan tambahan dari produk Spot Bitcoin ETF.

(IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia — Pergerakan harga Bitcoin masih dibayangi koreksi bearish setelah berulang kali gagal menutup perdagangan harian di atas level US$70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar.

Namun, analis lain memperingatkan bahwa setiap reli justru berpotensi memicu gelombang jual baru.

Analis kripto Sherlock termasuk pihak yang berhati-hati dan menilai reli ke kisaran US$72.000 hingga US$76.000 bisa menjadi zona berbahaya bagi investor.

Ia menyebut area tersebut berpotensi menjadi “kill zone” bagi kondisi bull Bitcoin.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sherlock menyoroti kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan Strategy.

Saat ini perusahaan tersebut memegang 714.644 BTC melalui harga rata-rata akuisisi US$76.052, setara sekitar 3,4% dari total pasokan Bitcoin yang akan pernah ada.

Dengan harga Bitcoin di sekitar US$68.000, posisi Strategy kini berada dalam kondisi rugi belum terealisasi sekitar US$5,7 miliar.

Jika tidak, jebakan berikutnya bisa muncul di sekitar US$88.000.

Meski begitu, jika setiap level impas selalu memicu aksi jual, Bitcoin mungkin tidak akan pernah membentuk titik dasar harga. 

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260220155236-19-712545/video-investasi-jumbo-pmi-bangun-pabrik-lab-berdayakan-ribuan-sdm”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/712545?comscore=off”,”time”:750,”title”:”Video: Investasi Jumbo PMI: Bangun Pabrik, Lab & Berdayakan Ribuan SDM”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/20/investasi-jumbo-pmi-bangun-pabrik-lab-hingga-berdayakan-ribuan-sdm-ri-1771580227604_169.png”}]’); Next Article Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Rp 37 Miliar, Cuan Besar dalam Sehari

Analisis mendalam tentang Bitcoin Terancam Bull Trap, Area US$76.000 Jadi Zona Rawan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *