MSCI dan Moody’s Bayangi Rupiah, Target Akhir Tahun Rp16.800

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang MSCI dan Moody’s Bayangi Rupiah, Target Akhir Tahun Rp16.800 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Josua mengatakan level rupiah di kisaran Rp17.000 per dolar AS hampir sama melalui level pada saat Indonesia mengalami krisis moneter 1997-1998.

“Tapi yang perlu kita perhatikan disini adalah kondisi kita pada saat itu, pelemahan rupiah saat itu dengan pelemahan rupiah saat ini tentu jauh berbeda kondisinya dan juga kondisi fundamental ekonomi kita pun jauh berbeda,” tuturnya.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260219143824-19-712157/video-bank-indonesia-tahan-suku-bunga-di-475-di-rdg-februari-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/712157?comscore=off”,”time”:157,”title”:”video: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75% di RDG Februari 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/19/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-di-475-1771486817335_169.png”}]’); Next Article Rupiah Ambruk, Dolar AS Tembus Rp 17.000 Dolar Singapura Rp 13.000

Sebab, pelemahan nilai tukar rupiah disebut lebih banyak terpengaruh oleh faktor sentimen.

Josua menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global dan faktor eksternal, termasuk persepsi pasar terhadap MSCI.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan tetap akan ada potensi risiko dan tekanan terhadap nilai tukar menengah secara jangka pendek.

Antara lain, adanya risiko global dan penilaian dari lembaga pemeringkat luar negeri seperti MSCI dan Moody’s Ratings.

“Kami melihat bahwa nilai tukar rupiah akan cenderung relatif stabil di akhir tahun ini di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800,” tutur Josua dalam PIER Economic Review 2025 secara virtual, Jumat (20/2/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Menurutnya, potensi penguatan mata uang garuda itu masih tetap terbuka.

Faktor penyebabnya adalah biaya dana bank yang masih ketat. yang mengakibatkan Jika sentimen global mereda, nilai tukar rupiah berpeluang kembali ke level fundamental, terlebih bila saat ini dinilai undervalued.

Baca: Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,5 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Dari sisi domestik, Josua menyoroti transmisi penurunan suku bunga ke perbankan masih terbatas

Faktor penyebabnya adalah kan kita juga, perbankan juga tadi didukung juga oleh penempatan dana SAL pemerintah, sehingga makanya likuiditasnya juga masih tetap baik,” kata Josua.

Ke depan, ia memperkirakan transmisi suku bunga akan tetap berlanjut, meski dengan kecepatan yang berbeda antarbank, tergantung kondisi likuiditas dan risk appetite masing-masing.

Di sisi lain, ia mengatakan masyarakat yang tidak terpapar nilai tukar, sebenarnya tidak perlu panik. yang mengakibatkan Persaingan penghimpunan dana tinggi, terutama dari deposan besar seperti BUMN di bank Himbara yang masih meminta suku bunga deposito tinggi, sehingga menahan penurunan suku bunga.

Meski demikian, Josua menilai likuiditas perbankan secara umum masih berada dalam kondisi aman, didukung oleh penempatan dana pemerintah serta risiko kredit yang masih terkendali.

“Karena kondisinya memang kalau kita lihat dari sisi selama kalau likuiditasnya ample,

MSCI & Moody’s Bayangi Rupiah, Target Akhir Tahun Rp16.800 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712507, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260220142044-17-712507/msci-moodys-bayangi-rupiah-target-akhir-tahun-rp16800’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 20 February 2026 18:00 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β€” Nilai tukar rupiah diperkirakan akan berkisar di level Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada akhir tahun ini.

Analisis mendalam tentang MSCI dan Moody’s Bayangi Rupiah, Target Akhir Tahun Rp16.800 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *