Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Likuiditas Melonggar, Ternyata Ini Penyebab Kredit Belum Ngegas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bank Beri Special Rate ke Nasabah, Jumlahnya Rp2.384 T!
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi kelas menengah turun menjadi sekitar 16% dari sebelumnya 20% sebelum pandemi.
Faktor penyebabnya adalah kondisi global, arus kas yang terbatas akibat geopolitik, serta belanja fiskal yang tertunda karena efisiensi dan realokasi,” ujar Dian dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Memasuki semester II, kondisi tersebut mulai berbalik. yang mengakibatkan Namun, penyaluran kredit perbankan belum melaju kencang lantaran kepercayaan pelaku usaha dinilai belum sepenuhnya pulih di tengah ketidakpastian global.
Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department, Office of Chief Economist Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan tekanan likuiditas sempat terasa ketat pada semester I-2025 akibat kombinasi faktor global dan domestik.
“Di semester I likuiditas ketat
Perbankan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen-segmen yang kualitas kreditnya dinilai belum kuat, meski rasio kredit bermasalah (NPL) secara agregat masih terkendali.
Ke depan, persepsi menjadi faktor kunci.
Sektor yang pulih lebih cepat bersifat capital intensive, sementara sektor labor intensive tertinggal.
Bank Indonesia juga telah menurunkan suku bunga dan melakukan operasi moneter untuk menopang likuiditas sistem keuangan.
Meski demikian, Dian menilai perbaikan likuiditas belum otomatis mendorong lonjakan kredit.
Likuiditas didukung oleh akselerasi belanja pemerintah melalui dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), serta kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Hal ini turut membatasi ekspansi kredit di segmen menengah ke bawah.
Dari sisi perbankan, Dian menegaskan likuiditas tetap dijaga secara prudent.
Dian menyebut nilai tukar rupiah sebagai indikator yang paling cepat membentuk kepercayaan pasar.
Kondisi ini menekan daya beli dan permintaan kredit konsumsi.
Selain itu, pemulihan pasar tenaga kerja dinilai belum ideal.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Likuiditas di sistem keuangan mulai menunjukkan perbaikan pada paruh kedua 2025.
Tantangan eksternal pada 2026, termasuk persepsi investor global yang dipengaruhi penilaian lembaga internasional seperti MSCI dan Moody’s, perlu direspons melalui koordinasi kebijakan yang solid.
“Kalau kepercayaan pelaku bisnis sudah terbentuk, perbankan akan mengikuti untuk mendorong kredit,” pungkas Dian.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260128131653-19-706004/video-ungkap-target-hingga-2027-bi-minta-bank-gencar-salurkan-kredit”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706004?comscore=off”,”time”:38,”title”:”Video: Ungkap Target Hingga 2027, BI Minta Bank Gencar Salurkan Kredit”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/28/bongkar-target-hingga-2027-bi-minta-bankir-lebih-gencar-salurkan-kredit-1769583488707_169.png”}]’); Next Article Terungkap!
Pemulihan sektoral yang tidak merata menjadi salah satu penyebabnya.
Banyak korporasi memilih membayar utang sebagai respons atas kondisi geopolitik,” katanya.
Baca: Bos OJK Blak-Blakan Alasan Bank Parkir Uang di Instrumen Investasi
Menurut Dian, penyaluran kredit memang membaik menuju akhir 2025, tetapi belum mencapai pertumbuhan dua digit.
Kualitas pekerjaan yang tercipta pun cenderung low-skilled, melalui porsi pekerja informal masih besar.
Dunia usaha masih bersikap hati-hati dan cenderung melakukan selective expansion.
Economic Outlook 2025 Likuiditas Melonggar, Ternyata Ini Penyebab Kredit Belum Ngegas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709894, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260210153354-17-709894/likuiditas-melonggar-ternyata-ini-penyebab-kredit-belum-ngegas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 10 February 2026 16:05 Foto: Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department, Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dampak dari hal tersebut adalah pelaku usaha terbelah antara yang optimistis dan yang memilih bersikap defensif.
Dari sisi konsumsi, tekanan juga datang dari melemahnya kelas menengah. akibat Sejumlah sektor masih tertinggal,
Analisis mendalam tentang Likuiditas Melonggar, Ternyata Ini Penyebab Kredit Belum Ngegas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Likuiditas Melonggar, Ternyata Ini Penyebab Kredit Belum Ngegas”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
