Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 708870, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260206144424-17-708870/rupiah-melemah-021-dolar-as-naik-jadi-rp16860’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama, CNBC Indonesia 06 February 2026 15:03 Foto: Ilustrasi Rupiah dan Dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/2/2026) atau jelang akhir pekan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Merujuk data Refinitiv, rupiah melemah 0,21% ke level Rp16.860/US$ pada penutupan perdagangan hari ini.
Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Kamis (5/2/2026).
Penyesuaian ini didorong penilaian Moody’s atas menurunnya kepastian dan prediktabilitas kebijakan, khususnya dari sisi tata kelola, yang dinilai berpotensi menekan kredibilitas kebijakan dan kinerja ekonomi jika berlanjut.
Di saat yang sama, meningkatnya sikap risk-off turut menopang dolar, seiring tekanan di pasar saham, khususnya saham teknologi di tengah kekhawatiran besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya terhadap berbagai sektor.
Baca:IHSG Ambruk, Asing Serok
Sentimen kehati-hatian tersebut muncul meski imbal hasil US Treasury cenderung menurun, setelah sejumlah data mengarah pada pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menjelang rilis data payrolls Januari pekan depan.
Dari sisi domestik, perhatian pasar juga tertuju pada langkah lembaga pemeringkat.
Level penutupan hari ini juga menjadi yang terlemah dalam dua pekan terakhir atau sejak 22 Januari 2026.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.850-Rp16.888/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona hijau melalui penguatan sebesar 0,02% di level 97,845.
//
Pelemahan rupiah jelang akhir pekan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih dominan.
Dampak dari hal tersebut adalah secara keseluruhan 2025 tumbuh 5,1%. akibat Moody’s juga menilai meningkatnya ketidakpastian kebijakan telah melemahkan kepercayaan investor, tercermin dari volatilitas pasar saham dan nilai tukar.
Menanggapi keputusan tersebut, mengacu pada publikasi Bank Indonesia, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan penyesuaian outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Perry menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 mencapai 5,39%
Dampak dari hal tersebut adalah meredakan sebagian kekhawatiran terhadap independensi bank sentral. akibat Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar pada aset berdenominasi greenback, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah.
Dolar AS juga masih mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve pekan lalu.
Pasar menilai Warsh berpotensi tidak terlalu mendorong pemangkasan suku bunga agresif,
Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% di posisi Rp16.825/US$.
Stabilitas sistem keuangan juga terjaga, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang rendah.
(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260119093250-19-703253/video-rupiah-masih-lanjut-melemah-bi-rate-ditahan-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/703253?comscore=off”,”time”:476,”title”:”Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/19/dolar-as-perkasa-bikin-rupiah-sentuh-level-terlemah-bi-rate-ditahan-lagi-1768790813722_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625
Inflasi tercatat 2,92% dan berada dalam sasaran, sementara stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui kebijakan Bank Indonesia.
Analisis mendalam tentang Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
