Equityworld Futures Manado – Berikut informasi terkini tentang JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pelemahan aset berisiko global, khususnya saham teknologi, serta koreksi tajam emas dan perak turut memperburuk kondisi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Melansir The Block, tekanan sentimen juga diperparah oleh peretasan senilai US$29 juta pada platform DeFi berbasis Solana, Step Finance.
JPMorgan memperkirakan biaya produksi bitcoin saat ini berada di kisaran US$87.000.
Jika harga bertahan di bawah level tersebut dalam waktu lama, penambang yang tidak lagi menguntungkan berpotensi keluar dari pasar.
Nilai investasi emas swasta diperkirakan mencapai sekitar US$8 triliun, tidak termasuk kepemilikan bank sentral.
Analis menegaskan target tersebut tidak realistis untuk dicapai pada tahun ini.
Kinerja emas yang jauh mengungguli bitcoin sejak Oktober lalu serta lonjakan volatilitas emas membuat bitcoin terlihat semakin menarik dalam jangka panjang.
Rasio volatilitas bitcoin terhadap emas kini turun ke sekitar 1,5 atau terendah sepanjang sejarah.
Analis Sebut Target Baru
Koreksi harga terbaru membuat bitcoin turun di bawah estimasi biaya produksinya yang selama ini dianggap sebagai “soft price floor”.
Saat ini, aset kripto tersebut diperdagangkan di sekitar US$65.600 berdasarkan data The Block.
Meski tertekan dalam jangka pendek, JPMorgan menilai prospek jangka panjang bitcoin tetap kuat seiring pergeseran perannya relatif terhadap emas.
Kondisi ini pada akhirnya dapat menekan biaya produksi bitcoin ke level yang lebih rendah.
Bitcoin tercatat melanjutkan pelemahan melalui penurunan hampir 10% dalam 24 jam terakhir.
Proses deleveraging di kontrak perpetual juga dinilai tidak separah gelombang likuidasi yang terjadi pada Oktober lalu.
Likuidasi oleh investor institusi non-native di kontrak berjangka bitcoin dan Ethereum di CME juga tercatat lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya.
ETF spot bitcoin dan Ethereum terus mencatat arus keluar, menandakan pelemahan baik di segmen investor institusi maupun ritel.
Sejak pengumuman MSCI pada 10 Oktober, ETF Ethereum mengalami arus keluar sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan ETF bitcoin relatif terhadap aset kelolaan.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709403, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260209105258-17-709403/jpmorgan-prediksi-bitcoin-bisa-ke-rp449-miliar-saatnya-serok’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 09 February 2026 12:10 Foto: Ilustrasi Bitcoin.
Namun, proyeksi itu mencerminkan potensi kenaikan jangka panjang bitcoin ketika sentimen negatif berbalik dan aset ini kembali dipandang sebagai lindung nilai terhadap skenario ekstrem.
Pada November lalu, JPMorgan sempat memproyeksikan potensi kenaikan bitcoin hingga sekitar US$170.000 dalam 6-12 bulan.
Hal ini menjadikan bitcoin semakin menarik jika dilihat dari sisi penyesuaian volatilitas.
Berdasarkan kerangka tersebut, kapitalisasi pasar bitcoin perlu meningkat hingga setara harga US$266.000 untuk menyamai investasi sektor swasta di emas.
Insiden tersebut disebut semakin menggerus kepercayaan investor di seluruh sektor kripto.
Baca: Rebound Bitcoin Bukan Akhir Koreksi?
Hal ini menunjukkan tekanan pasar derivatif masih relatif terkendali.
Baca: Bitcoin Berdarah-darah, Turun 40% Lebih dari Rekor Tertinggi
Sementara itu, arus dana ETF mencerminkan sentimen negatif yang luas.
Proyeksi tersebut muncul di tengah tekanan jangka pendek di pasar kripto akibat sentimen investor yang melemah.
Dalam laporan yang dirilis Rabu, analis JPMorgan yang dipimpin Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou menyebut pasar kripto kembali tertekan dalam sepekan terakhir.
(IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia – JPMorgan memperkirakan harga bitcoin berpotensi menembus US$266.000 atau sekitar Rp4,49 miliar dalam jangka panjang seiring posisinya yang dinilai semakin menarik dibandingkan emas.
Target terbaru yang lebih tinggi ini mencerminkan horizon jangka panjang dan sejalan melalui kenaikan proyeksi harga emas menjadi US$8.000-US$8.500.
Di tengah pelemahan harga, likuidasi di pasar derivatif kripto relatif terbatas dibandingkan kuartal sebelumnya.
Namun, analis menilai penurunan ini bukan berarti investor sepenuhnya meninggalkan kripto.
Menurut JPMorgan, kontraksi stablecoin lebih merupakan reaksi alami dan tertunda terhadap penyusutan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?
Secara historis, rasio stablecoin terhadap total nilai pasar kripto cenderung kembali ke rata-rata seiring perubahan ukuran pasar.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260209092849-19-709375/video-dibayangi-isu-msci-saham-sektor-mana-yang-diincar-investor”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/709375?comscore=off”,”time”:480,”title”:”Video: Dibayangi Isu MSCI, Saham Sektor Mana Yang Diincar Investor?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/09/isu-msci-masih-membayangi-saham-sektor-mana-yang-diincar-investor-1770604685124_169.png”}]’); Next Article Emiten Kripto Jeblok, Investor Ritel Rugi Rp281,46 Triliun
Kondisi ini menyoroti kerentanan likuiditas altcoin, di mana arus keluar dana yang relatif kecil dapat berdampak besar ke pasar.
Pasokan stablecoin juga tercatat menyusut dalam beberapa pekan terakhir, memperkuat sikap kehati-hatian investor.
Analisis mendalam tentang JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar. (PT Equityworld Futures)
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
