[27 Januari 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Halo Oil Traders! Harga minyak mentah kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari Selasa. Pelaku pasar tampaknya lebih memilih fokus pada ancaman surplus pasokan daripada gangguan cuaca sesaat.

Meskipun badai musim dingin sedang menghantam Amerika Serikat, sentimen “banjir minyak” di pasar global sukses menekan harga turun:

🌊 Mengapa Pasar Takut “Banjir Pasokan”?

Ada dua keran minyak besar yang membuat pasar khawatir akan kelebihan muatan:

  1. Kazakhstan Pulih: Produksi di ladang raksasa Tengiz dilaporkan mulai berangsur pulih pasca gangguan, menyuntikkan tambahan pasokan ke pasar.

  2. Faktor Venezuela: Adanya upaya untuk membawa lebih banyak minyak Venezuela masuk ke pasar global yang sebenarnya sudah dinilai cukup “penuh”.

❄️ Badai AS & Geopolitik: Cuma Gangguan Sementara?

Di sisi lain, cuaca beku yang mengganggu kilang di Gulf Coast (AS) dinilai hanya berdampak sementara pada logistik, bukan kerusakan permintaan permanen.

Faktor geopolitik (sorotan Trump ke Iran & aset militer AS di Timteng) memang masih menyisakan sedikit “premi risiko”. Namun, hari ini ketakutan pasar terhadap oversupply jauh lebih dominan daripada risiko kekurangan pasokan.

πŸ“… Fokus Selanjutnya: Pertemuan OPEC+

Satu-satunya penahan jatuhnya harga lebih dalam adalah harapan pada OPEC+.

Delapan negara kunci dijadwalkan bertemu pada 1 Februari. Sumber pasar menyebutkan mereka kemungkinan besar akan menahan kenaikan produksi untuk periode berikutnya. Langkah ini diharapkan bisa menyeimbangkan pasar, meski belum cukup kuat membalikkan tren saat pasokan non-OPEC+ terus membaik.


By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *