[19 Januari 2026] | Sumber: Newsmaker.id
Halo Trader Valas! Dolar Australia (AUD) membuka pekan ini dengan performa yang tangguh. Pasangan AUD/USD terlihat stabil dan sulit untuk ditekan turun lebih dalam.
Kekuatan Aussie kali ini didorong oleh data inflasi domestik yang kembali memanas, sementara di sisi lain, Dolar AS justru melemah akibat sentimen pasar yang berhati-hati merespons isu geopolitik unik: Sengketa ASβGreenland.
π₯ Alarm Inflasi Australia: RBA Belum Selesai?
Sentimen positif dari dalam negeri Australia datang dari rilis data TD-MI Inflation Gauge:
-
Secara Tahunan (YoY): Naik menjadi 3,5% pada bulan Desember, dari sebelumnya 3,2%.
-
Secara Bulanan (MoM): Melonjak tajam 1,0%. Ini disebut sebagai laju tercepat sejak Desember 2023.
Data ini mengirimkan sinyal kuat kepada pasar bahwa tekanan harga di Negeri Kanguru belum benar-benar “jinak”. Meskipun Bank Sentral Australia (RBA) mengakui inflasi sudah turun dari puncaknya di 2022, angka ini masih bertengger di atas target 2β3% dan justru menunjukkan tanda-tanda naik kembali.
Prediksi Suku Bunga: Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan RBA kembali hawkish. Kontrak berjangka bahkan menunjukkan probabilitas sekitar 22% untuk kenaikan suku bunga kecil ke level 3,85% pada pertemuan berikutnya.
π¨π³ Faktor China: Ekonomi “Ngebut”, Tapi Konsumen Masih Hemat
Dukungan eksternal bagi AUD juga datang dari mitra dagang utamanya, China. Rilis data ekonomi Tiongkok memberikan gambaran yang variatif namun cenderung positif bagi komoditas:
-
PDB Q4 2025: Ekonomi China tumbuh 1,2% (QoQ), lebih cepat dari kuartal sebelumnya (1,1%) dan mengalahkan ekspektasi pasar (1,0%). Secara tahunan, pertumbuhan tercatat 4,5%, sedikit lebih baik dari perkiraan meski melambat dibanding Q3.
-
Produksi Industri: Naik 5,2% (YoY), mengalahkan estimasi 5,0%. Ini kabar baik bagi permintaan bahan baku dari Australia.
-
Penjualan Ritel: Masih lesu, hanya naik 0,9% (YoY) (di bawah perkiraan 1,2%). Ini menandakan sektor konsumsi belum pulih sepenuhnya.
Secara keseluruhan, data ini cukup untuk menopang AUD mengingat ketergantungan Australia pada ekspor komoditas ke China.
πΊπΈ Dolar AS Loyo: Libur MLK & Ancaman Tarif Greenland
Sementara itu, Dolar AS ($DXY) terpantau melemah di sekitar level 99,20. Perdagangan sesi AS cenderung lebih sepi karena libur nasional Martin Luther King Jr. Day.
Namun, sentimen risk-off yang menekan Dolar muncul dari isu geopolitik yang tidak biasa. Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump melontarkan ancaman akan memberlakukan tarif 10% terhadap delapan negara Eropa mulai 1 Februari, selama AS belum “diizinkan” untuk membeli Greenland.
Ketidakpastian ini membuat investor cenderung defensif. Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi terhadap The Fed juga menjadi tarik-ulur; data tenaga kerja AS yang kuat sempat memundurkan ekspektasi pemangkasan suku bunga, namun inflasi inti yang membaik menjaga harapan pelonggaran tetap hidup.
Kesimpulan: AUD/USD saat ini ditopang oleh inflasi domestik yang sticky dan data industri China yang solid, sementara Dolar AS sedang terbebani oleh drama politik “Greenland” dan ketidakpastian tarif baru.
Apakah isu Greenland ini akan berdampak panjang pada Dolar AS, atau hanya gangguan sesaat? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
