Emas Sudah Terbang Tinggi, Masih Kuat “Ngegas” Lagi di 2026?
[12 Desember 2025] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
Halo Smart Investor! Setelah reli kencang selama tiga hari berturut-turut, harga emas ($XAU/USD) kini mulai mengambil napas sejenak.
Logam mulia ini stabil di kisaran $4.270 per ons, sedikit terkoreksi setelah melonjak 1,2% pada hari Kamis. Tak mau kalah, harga Perak juga diperdagangkan di dekat level rekor tertinggi sepanjang masa!
Apa yang membuat duo logam mulia ini begitu perkasa?
✂️ The Fed Pangkas Bunga, Pasar Minta Lebih!
Pemicu utamanya adalah kebijakan The Fed yang baru saja memangkas suku bunga minggu ini.
-
Sinyal The Fed: Pintu pemangkasan tahun depan masih terbuka, meski proyeksi resmi mereka hanya mengisyaratkan satu kali penurunan lagi.
-
Ekspektasi Pasar: Pelaku pasar (swap traders) justru lebih agresif! Mereka bertaruh akan ada dua kali pemotongan suku bunga pada tahun 2026.
Hukum Pasar: Lingkungan suku bunga rendah adalah “surga” bagi aset tanpa bunga seperti emas dan perak, karena biaya peluang (opportunity cost) untuk memegangnya menjadi lebih murah.
💸 “Bensin” Tambahan: Suntikan Likuiditas $40 Miliar
Ada katalis tersembunyi yang turut mendorong harga. The Fed mengumumkan akan mulai membeli $40 miliar Treasury bills per bulan untuk membangun kembali cadangan sistem keuangan. Suntikan likuiditas ini dianggap positif bagi harga aset riil.
🏆 Kinerja Terbaik Sejak 1979?
Tahun 2025 benar-benar menjadi tahun emas (dan perak!).
-
Emas: Sudah naik lebih dari 60% tahun ini.
-
Perak: Harganya sudah naik lebih dari dua kali lipat!
Keduanya berpotensi mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979, ditopang oleh aksi borong bank sentral global dan pudarnya minat investor terhadap obligasi pemerintah.
🔮 Prediksi 2026: Masih Bullish atau Hati-hati?
Menurut Hebe Chen, analis dari Vantage Markets, momentum emas berpotensi berlanjut hingga 2026.
Faktor Pendukung:
-
Permintaan Bank Sentral yang tak henti-henti.
-
Arus dana masuk (inflow) ke ETF Emas yang konsisten.
-
Kebijakan moneter longgar.
-
Tensi geopolitik yang masih panas.
Namun, Chen juga memperingatkan adanya potensi volatilitas. The Fed sengaja menyisakan ruang manuver kebijakan, yang bisa memicu kejutan pasar sewaktu-waktu.
Catatan Perak: Perak sempat menyentuh rekor $64,31 per ons sebelum terkoreksi tipis. Lonjakan ini didorong oleh kondisi pasokan pasar yang sangat ketat.
Apakah Anda sudah mengamankan keuntungan (Take Profit), atau masih akan menahan (Hold) posisi hingga tahun depan? Bagikan strategi Anda di kolom komentar!
No Comments