Sentimen Pemangkasan Suku Bunga Fed Mendingin, Emas Menuju Pelemahan Mingguan
Harga emas menguat tipis pada Jumat (15/8) terdorong pelemahan dolar AS, namun logam mulia ini masih berada di jalur penurunan mingguan. Data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu keraguan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) pada pertemuan mendatang.
Pada pukul 05.06 GMT, harga emas spot naik 0,4% ke $3.348 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember menguat 0,3% menjadi $3.394,30. Sepanjang pekan, harga emas telah terkoreksi sekitar 1,5%.
Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, menilai emas masih tertekan oleh lonjakan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang naik 3,3% YoY pada Juli, melampaui perkiraan 2,5%. Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran bahwa ruang pemangkasan suku bunga oleh The Fed akan lebih terbatas.
Data ketenagakerjaan juga menunjukkan klaim pengangguran mingguan sebesar 224.000, lebih rendah dari perkiraan 228.000. Sementara itu, inflasi konsumen (CPI) hanya naik tipis, menjaga harapan penurunan suku bunga, meski data PPI yang tinggi membatasi peluang pemangkasan agresif.
Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menegaskan bahwa pemangkasan 50 bps pada September tidak memiliki dasar yang kuat, berbeda dengan pandangan Menteri Keuangan Scott Bessent yang melihat opsi tersebut masih terbuka.
Dolar AS yang melemah 0,2% memberi dukungan tambahan bagi harga emas, membuatnya lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri. Namun, prospek penurunan suku bunga yang lebih kecil berpotensi menekan minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 0,2% ke $38,05 per ons, platinum turun 0,3% menjadi $1.352,99, dan paladium melemah 0,2% ke $1.143,30.
No Comments