PT. Equityworld Futures Manado – Ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan Israel telah mendorong kenaikan harga beberapa komoditas, termasuk emas.
Kenaikan tersebut terjadi bahkan ketika dolar dan imbal hasil Treasury naik menyusul kenaikan penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Maret, menambah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat menunda pemotongan suku bunga tahun ini.
Menurut data Refinitiv pada Senin (15/4/2024) harga emas dunia di pasar spot US$2.382,51 per troy ons, menguat 1,67% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini merupakan harga penutupan tertinggi sepanjang sejarah emas.
Baca : Nggak Ngaruh! Walau Fed Galak, Emas Dunia Diramal Tembus US$2.400/onz
Harga emas dunia berpotensi kembali mencatatkan rekor pada hari ini. Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Selasa (16/4/2024) pukul 06.02 WIB harga emas di pasar spot terpantau US$2.384,85 per troy ons, naik 0,12%.
Kondisi ini tentunya cukup menguntungkan bagi Indonesia, sebab selain menjadi penghasil nikel terbesar dunia, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mempunyai cadangan emas terbesar di dunia.
Tak tanggung-tanggung, RI tercatat sebagai pemilik cadangan emas terbesar kelima di dunia.
Berdasarkan data Booklet Emas yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, jumlah cadangan emas yang dimiliki RI yakni sebesar 2.600 ton Au (emas). Jumlah tersebut setidaknya 5% dari total cadangan emas dunia yang mencapai 50.300 ton Au.
“Indonesia memiliki cadangan emas 5 besar di dunia, artinya Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan baku emas dunia,” dikutip dari Booklet Emas yang dirilis Kementerian ESDM, dikutip Selasa (16/4/2024).
Sementara itu, posisi pertama pemilik cadangan emas terbesar di dunia ditempati oleh Australia. Australia tercatat memiliki cadangan emas sebesar 10.000 ton Au atau 20% dari total cadangan emas dunia.
Adapun, dari sisi sumber daya bijih emas, Indonesia tercatat memiliki 14,96 miliar ton, sumber daya logam 0,01 juta ton. Sedangkan dari sisi cadangan bijih emas, Indonesia tercatat memiliki cadangan sebesar 3,6 miliar ton dan cadangan logam emas 0,005 juta ton.
Dengan jumlah cadangan bijih emas mencapai 3,6 miliar ton dan produksi bijih sebesar 13,16 juta ton per tahun. Maka umur cadangan emas RI diperkirakan bisa bertahan hingga 269 tahun terhitung sejak 2020.
cnbcindonesia.com/news
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
