Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
6, Kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu, (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Sebelum penangkapan, aparat menggeledah rumah tersangka di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat, serta sebuah rumah di Jalan Kenari No.
DG merupakan Menteri Kehakiman di Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953-1955) dan ketua umum salah satu partai.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Bahkan, aparat dalam penyelidikannya menemukan sebuah brankas berisi uang yang jika dikonversikan ke nilai sekarang setara sekitar Rp4 miliar.
Kasus ini berawal pada 12 Agustus 1955.
Kecurigaan itu mendorongnya menelusuri lebih jauh hingga menemukan dugaan penyimpangan dalam penerbitan visa Bong Kim Thjong.
“Dia memerintahkan pengusiran warga negara asing tanpa alasan yang sah,” ungkap Tan, dikutip dari Java Bode (18 Oktober 1955).
Di hadapan majelis hakim, jaksa mendakwa DG menerima hadiah sebesar Rp40.000 sebagai imbalan atas penerbitan visa permanen bagi Bong Kim Thjong.
Faktor penyebabnya adalah sudah mencatut nama menteri.
Mengutip buku Pergulatan Demokrasi Liberal 1950-1959 (2021), salah satu sekretaris DG juga membela dengan mengatakan tak ada aliran uang ke tersangka. yang mengakibatkan Menurutnya, penerbitan visa bagi Bong Kim Thjong merupakan kebijakan yang telah diketahui parlemen, sedangkan uang yang diterima Soebagio dan Notopuro merupakan urusan pribadi mereka
Pemilik brankas tidak disebutkan, tetapi diketahui bahwa Bapak DG telah menarik uang di alamat tersebut sebanyak tiga kali,” ungkap koran Algemeen Indisch dagblad (13 Agustus 1955).
Nilai uang itu tergolong sangat besar.
Faktor penyebabnya adalah dinilai mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi.
Polemik itu bahkan sampai ke Istana. yang mengakibatkan Keputusan grasi tersebut memicu polemik
Faktor penyebabnya adalah terlibat dalam penerimaan suap sebesar Rp40.000,” tulis Zutphens dagblad (3 Januari 1956).
DG kemudian mengajukan grasi kepada Presiden Soekarno. yang mengakibatkan Namun, majelis hakim tetap menyatakan DG bersalah menerima suap sebesar Rp40.000 dan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara.
“Hakim menjatuhi hukuman satu tahun penjara
Kepada harian Merdeka (15 Agustus 1955), Jaksa Agung Soeprapto membantah anggapan tersebut.
Ia mengaku mulai mencurigai DG setelah sang menteri memerintahkan deportasi warga keturunan Tionghoa bernama Tjhon Hoen Nji tanpa alasan hukum yang jelas.
Tapi demi keamanan negara,” kata DG, dikutip dari Java Bode (22 November 1955).
DG juga membantah menerima suap.
Pada 19 Juli 1956, Soekarno mengabulkan permohonan itu melalui memangkas hukumannya menjadi enam bulan penjara.
“Presiden Soekarno telah meluluskan permintaan grasi DG yang telah dijatuhi hukuman setahun menjadi 6 bulan,” ujar Jaksa Agung Muda A.
Faktor penyebabnya adalah yang bersangkutan dianggap berpihak kepada Kuomintang atau Partai Nasionalis China.
“Saya memang sudah mengusir. yang mengakibatkan Terkait deportasi Tjhon Hoen Nji, ia mengaku memang memerintahkan pengusiran tersebut demi menjaga keamanan negara
Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang mantan menteri berinisial DG pernah terjerat kasus suap yang menghebohkan masyarakat era Orde Lama.
Atas perintah Kejaksaan Agung, Polisi Militer menangkap DG setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup.
Dugaan itu terungkap setelah Tan Po Goan menyerahkan dokumen yang menunjukkan kejanggalan dalam proses penerbitan visa kepada harian Keng Po dan Kejaksaan Agung.
Saat perkara bergulir ke pengadilan, Tan hadir sebagai salah satu saksi kunci.
22 yang diduga berkaitan dengannya.
Di rumah di Jalan Kenari, penyidik bahkan menemukan sebuah brankas berisi Rp135.000.
“Sebuah brankas berisi Rp135.000 ditemukan di alamat Djalan Kenari 22.
CNBC Insight Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781135, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261031122051-17-781135/mantan-menteri-ri-ditangkap-kejaksaan-agung-ketemu-brankas-isi-rp-4-m’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 31 October 2026 14:45 Foto: Konferensi Pers Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia di Gedung Kebun Sirih lt.
Uang itu disebut diserahkan melalui perantara, yakni Rp20.000 lewat Soebagio dan Rp20.000 lagi melalui Surjosuksoro alias Notopuro atas nama Bong Siang Thjong, saudara Bong Kim Thjong.
Di persidangan, DG membantah seluruh dakwaan.
Faktor penyebabnya adalah pemberian grasi dilakukan tanpa terlebih dahulu dikonsultasikan kepadanya.
“Saya tidak diajak berunding dengan Bung Karno dan dilampaui begitu saja,” kata Hatta, dikutip dari autobiografinya Mohammad Hatta: biografi politik (1990)
Kekecewaan tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261026163125-19-779568/video-bos-sekuritas-soal-potensi-ri-turun-ke-standalone-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/779568?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke "Standalone Market"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/26/uji-potensi-ri-turun-ke-standalone-market-bos-sekuritas-ungkap-hal-ini-1793007523820_169.png”}]’); Next Article Korupsi BNPB, Dana Darurat Bencana Diduga Buat Beli Saham Rp 30 Miliar yang mengakibatkan Wakil Presiden Mohammad Hatta mengaku kecewa
Menurutnya, penyidikan telah dilakukan sejak lama berdasarkan bukti yang cukup dan diketahui Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.
“Alasan penahanan cukup kuat.
Dengan harga emas sekitar Rp86 per gram pada 1955, uang tersebut setara membeli sekitar 1,57 kilogram emas atau sekitar Rp4,14 miliar jika dihitung menggunakan harga emas saat ini.
Penangkapan seorang mantan menteri sempat memunculkan tudingan bermotif politik.
Muthalib, dikutip Merdeka (20 Juli 1956).
Karena masa penahanan selama proses persidangan diperhitungkan, DG hanya menjalani sisa hukuman sekitar satu bulan.
Tak ada halangan bagi Jaksa Agung Soeprapto untuk menandatangani opdracht (perintah) penahanan tersebut,” tulis Merdeka (15 Agustus 1955).
Kasus yang menjerat DG bermula dari dugaan penerimaan suap sebesar Rp40.000 dalam penerbitan visa bagi warga keturunan Tionghoa asal Hong Kong bernama Bong Kim Thjong.
Analisis mendalam tentang Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
