Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Anjlok 3,4%, Ini 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
BBCA menjadi top laggard melalui kontribusi penurunan 30,51 poin terhadap IHSG, sementara tekanan jual investor asing tercatat mencapai Rp503,49 miliar.Β
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di luar negeri, ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing turun 3,54% dan 4,87%.
Dari sisi emiten, ada Merdeka Gold Resources (EMAS) yang menyetujui anggaran eksplorasi sebesar USD11,40 juta untuk 2027.
Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan kegiatan pengeboran sepanjang 50.000 meter di Tambang Emas Pani, Gorontalo.
Keputusan tersebut menyusul hasil pengeboran di area Pani Deep, Pani Gap, dan Kolokoa yang menunjukkan adanya mineralisasi emas di dalam maupun di luar batas sumber daya yang telah ditetapkan saat ini.
Salah satu lubang bor di Pani Deep mencatat interval mineralisasi sepanjang 193 meter melalui kadar rata-rata 0,94 gram per ton (g/t) emas.
Sebaliknya, BBCA turun 6,35%, BBRI terkoreksi 3,77%, dan ASII melemah 6,20% menjadi lagging movers.
Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler dan Rp1,08 triliun di seluruh pasar.
Total estimasi nilai dari rangkaian kontrak tersebut mencapai sekitar USD10,60 miliar.
Kontrak terbesar berasal dari pembelian LNG dari Lapangan Gas Abadi Masela melalui nilai USD7,34 miliar.
Dengan besaran dividen interim Rp4 per saham, dividend yield berdasarkan harga penutupan tersebut mencapai 5,56%.
Adapun cum date dividen CNMA di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 6 November 2026.
Program eksplorasi 2027 ditujukan untuk memperluas basis sumber daya Tambang Emas Pani yang saat ini mencapai sekitar 7 juta ons melalui umur tambang sekitar 15 tahun.
Kegiatan produksi di Tambang Emas Pani sendiri telah berjalan dan terus ditingkatkan secara bertahap, dengan panduan produksi 2026 sebesar 100.000-115.000 ons.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBCΒ IndonesiaΒ –Β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,49% ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10).Β
Di tengah tekanan pasar, saham DSSA naik 5,38%, TPIA menguat 1,12%, dan SMMA bertambah 0,25% sebagai leading movers.
Sektor Industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 4,64%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini
Tekanan juga terjadi di pasar saham Amerika Serikat.
Secara sektoral, seluruh 11 sektor saham ditutup di zona merah.
Dow Jones turun 0,25% ke level 52.324, S&P 500 melemah 0,30% ke 7.720, sedangkan Nasdaq terkoreksi 1,38% ke level 26.184.
Saham BBCA menjadi salah satu pemberat utama IHSG melalui penurunan 6,35%, di tengah aksi ambil untung setelah mengalami penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Faktor penyebabnya adalah masih memerlukan pengeboran dan evaluasi lebih lanjut.
Sementara itu, Perusahaan Gas Negara (PGAS) tengah mengamankan empat kontrak pasokan gas jangka panjang yang ditandatangani pada 28 Oktober 2026. yang mengakibatkan Namun, hasil pengeboran terbaru tersebut belum menjadi estimasi sumber daya maupun cadangan baru
Temuan mineralisasi juga teridentifikasi sekitar 65 meter di bawah batas sumber daya saat ini.
Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi perluasan mineralisasi Pani baik secara vertikal maupun lateral.
Langkah ini dilakukan untuk menopang kegiatan niaga gas berbasis LNG di tengah penurunan produksi gas konvensional domestik.
Tak berhenti di situ, Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) turut menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp4 per saham, melalui total nilai mencapai Rp333,12 miliar.
Keputusan tersebut diambil setelah perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp416,30 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026 (9M26), atau turun 6,43% secara tahunan (YoY).
Dengan nilai tersebut, dividen interim CNMA mencerminkan dividend payout ratio sebesar 80,02% terhadap laba bersih 9M26.
Pada perdagangan Kamis (29/10), saham CNMA ditutup di level Rp72 per saham.
Sementara itu, pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
-
CBUT – Buy 1045-1055 | TP 1085-1105 | SL 1000
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
CSRA – Buy 625-635 | TP 650-660 | SL 590
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
GTRA – Buy 284-288 | TP 294-300 | SL 270
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
WIIM – Buy 1470-1480 | TP 1500-1520 | SL 1390
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
CMRY – Buy 4220-4240 | TP 4290-4320 | SL 4060
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.Β
(ayh/ayh) Next Article IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini
IHSG Anjlok 3,4%, Ini 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780809, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030083349-17-780809/ihsg-anjlok-34-ini-5-rekomendasi-saham-pilihan-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia 30 October 2026 08:43 Mega Capital Sekuritas PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 melalui layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Kontrak ini melibatkan Pertamina serta kontraktor Blok Ganal dan Rapak.
PGAS juga mengamankan kontrak LNG South Hub senilai USD996,46 juta untuk periode 2027-2032, serta kontrak pasokan gas dari Wilayah Kerja Sakakemang milik Medco E&P senilai USD725,55 juta untuk periode 2027-2037.
Rangkaian kontrak tersebut memperkuat ketersediaan pasokan gas PGAS hingga akhir 2040-an.
Kesepakatan ini melibatkan INPEX Masela, Pertamina Hulu Energi Masela, dan Searah Masela, melalui periode pengiriman sekitar 15 tahun mulai 2033.
Selanjutnya, PGAS memiliki kontrak LNG North Hub senilai USD1,54 miliar untuk periode pengiriman 2029-2037 dengan opsi hingga 2038.
Di dalam interval tersebut, terdapat 124,9 meter melalui kadar rata-rata 1,31 g/t emas.
Analisis mendalam tentang IHSG Anjlok 3,4%, Ini 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
