Geger! Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Geger! Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal ini terjadi setelah aset digital senilai miliaran dolar dilaporkan berpindah dari sejumlah dompet yang terhubung melalui platform tersebut.

Peneliti blockchain mendeteksi transaksi mencurigakan pada Kamis.

Estimasi awal menunjukkan aliran aset keluar mencapai US$2,77 miliar (sekitar Rp50,3 triliun) di lima jaringan blockchain.

Binance menyatakan sedang menyelidiki laporan mengenai kemungkinan masalah keamanan tersebut.

“Sepertinya memang terjadi peretasan di Binance,” tulis Zhao.

Meski demikian, Binance belum mengungkapkan adanya kerugian finansial maupun memastikan apakah insiden tersebut merupakan peretasan terhadap sistem internal bursa.

Dugaan serangan terhadap Binance terjadi di tengah meningkatnya kasus pencurian aset kripto sepanjang tahun ini.

Penarikan akan kembali dibuka segera setelah masalah keamanan sepenuhnya diselesaikan.

Namun, perusahaan menegaskan dana milik pengguna tetap aman dan belum mengonfirmasi bahwa peretasan benar-benar terjadi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Tim kami sedang melakukan pemeriksaan keamanan.

Pada September 2026, peretas dilaporkan mencuri sekitar US$388 juta dari bursa Bitget.

Sementara itu, serangan terhadap platform Drift Protocol dan Kelp DAO pada April lalu masing-masing menyebabkan kerugian sekitar US$285 juta dan US$292 juta.

Ini seiring upaya pelacakan dan pembekuan dana tambahan bersama aparat penegak hukum, penerbit stablecoin, serta perusahaan intelijen blockchain.

Sementara itu, salah satu pendiri Binance sekaligus mantan CEO, Changpeng Zhao, menanggapi dugaan serangan tersebut melalui akun X.

Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780806, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030082321-17-780806/geger-bursa-kripto-terbesar-selidiki-dugaan-peretasan-rp-503-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 30 October 2026 09:00 Foto: Binance (Photo by Executium on Unsplash) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, kini menyelidiki dugaan serangan siber.

Dana pengguna tetap aman,” tulis Binance melalui akun X, dikutip The Guardian dan RT, Jumat (30/10/2026).

Pilihan Redaksi

  • Pemerintah 5 Negara Minta Warga Siaga Darurat, Stok Makanan-Air
  • Emiten VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama
  • Media Asing Sorot Imbauan Umrah RI Jangan Transit Singapura-Malaysia
  • Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

  • OJK: Pihak Terkait DSAA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Rp 2,1 T

Di tengah penyelidikan tersebut, sejumlah penerbit stablecoin, yakni Tether, Circle, dan Ripple, dilaporkan telah mengambil langkah untuk membekukan aset digital senilai lebih dari US$2,5 miliar yang terkait melalui dugaan peretasan.

Pada Februari 2025, peretas yang diduga berasal dari Korea Utara mencuri sekitar US$1,5 miliar dari platform Bybit.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261029134807-19-780579/video-nasib-komoditas-utama-di-tengah-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780579?comscore=off”,”time”:499,”title”:”Video: Nasib Komoditas Utama di Tengah Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/nasib-komoditas-utama-di-tengah-gejolak-global-1793257062950_169.png”}]’); Next Article Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi (FORE) Bocor

Binance kemudian mengonfirmasi bahwa aset senilai US$2,54 miliar telah dibekukan, lebih besar dari laporan sebelumnya yang menyebut nilai aset yang dibekukan mencapai US$1,8 miliar.

Perusahaan mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi meningkat.

Analisis mendalam tentang Geger! Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *