Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) setelah sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) merilis kinerja keuangan dan proyeksi bisnis yang mengecewakan.
Melansir CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,68%, sedangkan indeks Topix menguat 0,26%.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dalam perdagangan reguler Kamis (29/10/2026), saham Alphabet anjlok 12% setelah perusahaan induk Google tersebut membukukan laba dan pendapatan kuartal III yang berada di bawah ekspektasi serta mencatatkan arus kas bebas negatif sebesar US$9,07 miliar.
Pelemahan saham Alphabet turut menyeret indeks Nasdaq Composite turun 1,4% pada perdagangan reguler.
Pendapatan dari segmen Client Computing and Physical Artificial Intelligence turun 5% secara tahunan menjadi US$8,1 miliar.
Sementara itu, saham Sandisk terkoreksi 3% dalam perdagangan setelah jam bursa meskipun hasil kinerja fiskal kuartal I perusahaan tersebut melampaui ekspektasi.
Pergerakan bursa Asia tersebut terjadi setelah sejumlah saham teknologi AS mengalami tekanan dalam perdagangan setelah jam bursa (extended trading).
Baca: Jumat Krusial!
CoreWeave menjadi salah satu perusahaan yang paling disorot setelah imbal hasil obligasinya melonjak, sementara sahamnya telah anjlok 30% sepanjang Oktober.
Nebius juga berada di jalur penurunan sebesar 27% sepanjang bulan ini.
10 Sentimen Panas Ini Bisa Bikin Pasar RI Bergejolak
Saham Amazon anjlok 6% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal III-2026 yang berada di bawah ekspektasi Wall Street, baik dari sisi laba maupun pendapatan.
Innovation and Tech Active ETF (BAI) yang melemah 10% sepanjang Oktober.
Menjelang penutupan bulan, Nasdaq Composite berada di jalur pelemahan 2,5% sepanjang Oktober.
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780815, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030084827-17-780815/bursa-asia-dibuka-variatif-investor-khawatirkan-prospek-ai’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 30 October 2026 08:49 Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (30/10/2026), melalui tekanan cukup besar datang dari bursa Korea Selatan.
Perusahaan penyimpanan data itu juga mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split melalui rasio delapan banding satu.
Tekanan saham teknologi tersebut terjadi ketika investor semakin mencermati prospek investasi di sektor AI.
Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,11% saat pembukaan perdagangan, diikuti indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq yang turun 2,35%.
Beralih ke Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 justru menguat 0,65%.
Perusahaan juga mencatatkan arus kas bebas negatif sebesar US$42,4 miliar dan mempertahankan proyeksi belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 sebesar US$220 miliar.
Saham Intel juga merosot 21% setelah perusahaan memberikan proyeksi kinerja kuartal berjalan yang lemah, melalui menyoroti perlambatan pasar komputer pribadi (personal computer/PC).
Tekanan turut terlihat pada sejumlah instrumen investasi yang memiliki eksposur terhadap sektor AI, termasuk Roundhill Memory ETF (DRAM) yang turun 14% dan iShares A.I.
Pelaku pasar mencermati besarnya pengeluaran perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI, terutama setelah perusahaan hyperscaler seperti Alphabet dan Microsoft tidak menaikkan proyeksi belanja modal mereka.
Di sisi lain, perusahaan neocloud atau penyedia layanan komputasi awan yang membangun infrastruktur untuk pusat data AI juga menghadapi sorotan investor terkait tingkat utang mereka.
Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,3%.
Jumat (30/10/2026) menjadi hari perdagangan terakhir pada Oktober, melalui sektor AI menjadi salah satu perhatian utama investor sepanjang bulan ini.
Sebaliknya, indeks S&P 500 diproyeksikan mencatatkan kenaikan 0,9%, sedangkan Dow Jones Industrial Average berada di jalur penguatan 2,8%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261019150309-19-777509/video-apei-berharap-ri-tak-masuk-standalone-market-apa-efeknya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/777509?comscore=off”,”time”:541,”title”:”Video: APEI Berharap RI Tak Masuk Standalone Market, Apa Efeknya?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/19/berharap-ri-tak-terlempar-ke-standalone-market-apa-efek-antisipasinya-1792397228517_169.png”}]’); Next Article Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed
Analisis mendalam tentang Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
