Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780612, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261029145637-17-780612/breaking-ihsg-anjlok-3-saham-bca-turun-5-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 29 October 2026 14:58 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Ketua The Fed Kevin Warsh menolak memberi sinyal arah kebijakan berikutnya, seraya menegaskan bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%.
Warsh juga menilai ekonomi AS semakin kuat, melalui pertumbuhan semester I-2026 direvisi naik menjadi 2,4%.
Saham bank swasta tersebut menjadi saham pemberat indeks poin hingga hari ini.
Padahal, IHSG dibuka menguat di level 5.305,20 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 5.320,90.
Faktor penyebabnya adalah PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
3. yang mengakibatkan Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 3,1%, dari 3,0%.
Data ini penting
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terperosok pada perdagangan Kamis sore jelang penutupan perdagangan.
The Fed Tahan Suku Bunga
The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%-4,00%, tetapi keputusan pada Kamis (29/10/2026) tidak bulat.
Inflasi PCE AS September 2026
AS akan merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September pada hari ini Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB.
Sebagai catatan, pada Agustus 2026, inflasi PCE tercatat 3,4% (YoY) sementara inflasi inti sebesar 3,0% (YoY).
Inflasi PCE inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, diperkirakan naik 0,3% secara bulanan pada September 2026, dari 0,2% pada Agustus.
Namun, indeks segera berbalik arah dan merosot tajam pada sekitar satu jam pertama perdagangan, hingga menembus area 5.200 sebelum pukul 10:00 WIB.
Memasuki sesi siang, pergerakan cenderung mendatar di kisaran 5.140 hingga 5.180, sebelum kembali tertekan pada sekitar pukul 14:00 WIB.
Lonjakan imbal hasil SBN juga akan menjadi perhatian pasar.
Berikut beberapa sentimen hari ini:
1.
Keputusan mempertahankan bunga perlu dibaca bersama arah komunikasinya, terutama mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan dan penilaian terhadap tekanan biaya energi.
Bagi pasar global, perubahan nada ECB dapat memengaruhi euro, obligasi Eropa, serta pergerakan dolar secara relatif.
Namun, rilis data inflasi PCE Amerika serta perkembangan perang bisa menekan pergerakan saham hingga rupiah.
Titik terendah hari ini tercatat di 5.118,28, dan posisi indeks saat ini berada sangat dekat melalui level tersebut.
Baca: Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142
Berdasarkan data Refinitiv, pergerakan IHSG hari ini dibebani oleh sejumlah saham, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk.
Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, mendukung kenaikan 25 basis poin.
The Fed menyebut inflasi masih tinggi dan membuka peluang penyesuaian suku bunga lanjutan.
Namun, tingginya suku bunga masih menekan biaya pinjaman dan memengaruhi investasi, termasuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%.
Laba korporasi yang kuat dan permintaan domestik yang bertahan membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Namun, mahalnya energi akibat perang AS-Israel melalui Iran, ketidakpastian suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta kebijakan perdagangan membayangi keputusan perekrutan perusahaan.
4.
Karena pengumumannya berdekatan melalui rilis utama AS, investor perlu mencermati kombinasi kedua perkembangan tersebut, bukan menilai salah satunya secara terpisah.
(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261028095147-19-780093/video-ditentang-2-anggota-the-fed-tahan-suku-bunga-di-375-400″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780093?comscore=off”,”time”:112,”title”:”Video: Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/bank-sentral-amerika-serikat-the-fed-kembali-menahan-suku-bunga-acuan-di-kisaran-375-hingga-4-1793242917164_169.png”}]’); Next Article Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142
(BALI).
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat 173,2 juta lot melalui nilai transaksi mencapai Rp7.397,56 miliar.
Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diharapkan berkurang pada hari ini setelah The Fed mempertahankan suku bunga.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,042% setelah keputusan diumumkan.
2.
Suku Bunga ECB Oktober 2026
Bank sentral Eropa (ECB) hari ini akan mengumumkan keputusan pukul 20.15 WIB, disusul konferensi pers pukul 20.45 WIB.
(BBCA) anjlok 5,7% di posisi Rp 4.970 per saham melalui kapitalisasi pasar sebesar Rp 606,5 triliun.
IHSG berada di level 5.121,97, turun 160,34 poin atau 3,04%.
Berdasarkan data Refinitiv, PT.
(BREN).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sementara, saham penahan koreksi IHSG di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
Klaim Pengangguran AS
AS juga akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 24 Oktober 2026.
Klaim awal pengangguran Amerika Serikat (AS) turun 6.000 menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2026, terendah sejak pertengahan Juli dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.
Penurunan ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid di tengah ketidakpastian ekonomi.
Konsensus memperkirakan suku bunga pembiayaan utama tetap 2,65% dan fasilitas deposito bertahan di 2,50%.
Perhatian tertuju pada respons ECB terhadap risiko inflasi sekaligus perlambatan pertumbuhan.
Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
