Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dampak dari hal tersebut adalah saham an rupiah melemah.

3. akibat Kombinasi penawaran yang melemah dan yield yang meningkat mengindikasikan tekanan pembiayaan, sekaligus berpotensi membuat biaya utang baru pemerintah semakin mahal.

Jatuhnya minat SBN ini dikhawatirkan akan terus memicu outflow

Di antaranya aksi demo mahasiswa hingga jatuhnya minat lelang.

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1.

Sebaliknya, sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda dapat memberikan ruang bagi pasar untuk menilai ulang prospek kebijakan moneter AS.

Bagi Indonesia, arah kebijakan The Fed menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah, arus modal asing, serta daya tarik SBM.

2.

(PGAS).

Pasar keuangan global dan Tanah Air hari ini kemungkinan akan wait and see menunggu keputusan suku bunga bank sentral AS The Fed.

Angka ini naik 30 basis poin dalam dua pekan dan sekitar 147 bps dibandingkan awal 2026.

Pemerintah hanya menyerap SUN sebesar Rp20,65 triliun, di bawah target indikatif Rp30 triliun.

Total penawaran masuk hanya Rp31,09 triliun, anjlok 52,1% dari lelang sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak November 2024.

Di tengah lesunya permintaan, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk SUN tenor sekitar 10 tahun justru melonjak ke 7,54%, tertinggi sejak November 2022.

Adapun laba perusahaan swasta tumbuh 8,7% menjadi CNY 1,51 triliun.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261026103206-19-779389/video-nasib-ihsg-rupiah-jika-suku-bunga-the-fed-ditahan-vs-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/779389?comscore=off”,”time”:578,”title”:”Video: Nasib IHSG & Rupiah Jika Suku Bunga The Fed Ditahan Vs Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/26/ramal-nasib-ihsg-rupiah-jika-suku-bunga-the-fed-ditahan-vs-naik-1792985950330_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,40% ke Level 6.462

Sementara itu, perusahaan berbentuk perseroan saham gabungan mencatat kenaikan laba sebesar 20,8% menjadi CNY 4,67 triliun.

Dalam hitungan 18 jam ke depan, penantian dunia mengenai kebijakan The Fed akan terjawab.

Dari dalam negeri, sejumlah sentimen akan membayangi pergerakan pasar saham dan mata uang.

Namun, permintaan domestik yang masih lesu terus membebani sejumlah industri.

Laba perusahaan milik negara meningkat 13,1% menjadi CNY 1,94 triliun.

Laba Industri China Naik

Laba industri China naik 15,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi CNY 6,03 triliun dalam sembilan bulan pertama 2026.

Pada menit kedua setelah pembukaan, IHSG berada di level 5.191,55, turun 74,58 poin atau 1,42%.

IHSG dibuka di level 5.249,07, lebih rendah dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Minat Lelang SBN Turun

Minat investor dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) merosot tajam pada Selasa (27/10/2026).

Keputusan Suku Bunga The Fed Oktober 2026

Sentimen terbesar hari ini akan datang dari The Fed.

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis (29/10) pukul 01.00 WIB, dilanjutkan konferensi pers pada pukul 01.30 WIB.

Konsensus pasar memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00%, setelah menaikkan bunga sebesar 25 basis poin pada September

Meski suku bunga diperkirakan tidak berubah, perhatian investor akan tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai prospek inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kemungkinan pengetatan kebijakan berikutnya.

Sikap yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko, termasuk saham negara berkembang.

Angka ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 15,7% pada periode Januari-Agustus 2026.

Pertumbuhan laba masih ditopang oleh sektor manufaktur berteknologi tinggi, industri terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta peralatan elektronik.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.255,67 pada awal sesi, tetapi tidak mampu bertahan.

IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780071, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261028090705-17-780071/breaking-ihsg-turun-1-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 28 October 2026 09:15 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I pagi ini.

Tekanan jual kemudian menyeret indeks turun hingga menyentuh titik terendah di 5.190,31.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat 18,41 juta lot melalui nilai transaksi Rp779,84 miliar.

Baca: IHSG Dibuka Melemah 0,32% ke 5.249

Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG pada awal perdagangan hari ini dibebani oleh sektor infrastruktur yang anjlok 2,4%, disusul oleh sektor teknologi yang anjlok 1,3%, dan sektor energi yang turun 0,7%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Adapun saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT.

(MORA).

Sementara saham-saham penekan koreksi IHSG antara lain, PT.

Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *