OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Selain MSCI, terdapat pula FTSE Russell dan Bloomberg Index yang berperan serupa.

Dari sisi keterbukaan, kepemilikan saham sudah diungkap mulai 1%, sementara di banyak pasar lain batasnya di atas 5%.

Selain itu, ketentuan penawaran umum perdana (IPO) di Indonesia juga mewajibkan porsi saham publik 15% hingga 25%.

OJK juga telah memiliki 39 klasifikasi tipe investor yang menurutnya sangat rinci, sedangkan sejumlah negara lain bahkan tidak memiliki rincian tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016083358-19-776695/video-msci-berpotensi-turunkan-status-ri-jadi-standalone-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776695?comscore=off”,”time”:85,”title”:”Video: MSCI Berpotensi Turunkan Status RI Jadi "Standalone Market"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/msci-berpotensi-turunkan-status-ri-jadi-standalone-market-1792121448750_916.png”}]’); Next Article Video: MSCI Berpotensi Turunkan Status RI Jadi “Standalone Market”

Karena itu, perubahan klasifikasi oleh penyedia indeks dapat berpengaruh pada arus dana asing ke pasar saham domestik.

Baca: OJK: Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan bahwa dalam laporan Juni 2026 yang menindaklanjuti peristiwa Januari 2026, MSCI menyatakan akan membuka konsultasi pada November apabila perbaikan yang dilakukan pasar Indonesia dinilai belum cukup.

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 779033, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261023182923-17-779033/ojk-heran-potensi-turun-kelas-bursa-ri-16-dari-18-indikator-unggul’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 23 October 2026 18:34 Foto: (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku heran kepada MSCI yang menyatakan potensi status bursa Indonesia turun kelas dari emerging market.

Kekhawatiran MSCI berkaitan melalui free float, keterbukaan kepemilikan saham, dan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.

“Namun demikian, mereka mengeluarkan announcement dari New York bahwa MSCI itu kemudian memberikan catatan ancaman kepada Indonesia untuk bisa turun tidak hanya kepada frontier market, tetapi kepada stand-alone market,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kiki memaparkan penilaian pembanding (benchmark) aturan Indonesia dengan negara lain.

Ketua Dewan Komisionel OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan, Indonesia unggul pada 16 dari 18 indikator dalam penilaian MSCI terhadap negara-negara pasar berkembang.

“Kita melihat secara umum review mereka sendiri di bulan Juni mengatakan bahwa Indonesia 16 dari 18 indikator dibandingkan melalui negara-negara emerging market kita sangat positif,” ujarnya di hadapan Presiden dalam Sidang Kabinet Peripurna di Istana Negara, Jumat (23/10/2026).

Selain itu, MSCI kemudian juga mengumumkan bahwa Indonesia berpotensi turun status, tidak hanya ke pasar perbatasan (frontier market), tetapi hingga ke pasar mandiri (stand-alone market).

MSCI sendiri merupakan penyedia indeks global (global index provider) yang menjadi acuan para dana kelolaan global dan manajer investasi dunia ketika hendak masuk ke suatu negara.

Analisis mendalam tentang OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *