74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pendapatan perusahaan tercatat meningkat 15,9%, diikuti pertumbuhan laba bersih.

Faktor penyebabnya adalah hantaman dari sentimen MSCI yang berpotensi menurunkan status bursa Indonesia dari emerging market ke standalone. yang mengakibatkan 74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 779020, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261023174920-17-779020/74-emiten-cetak-laba-di-tengah-badai-msci-ojk-bursa-ri-kuat’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 23 October 2026 17:52 Foto: (Tangkapan Layar Youtube) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keunagan (OJK) memaparkan kondisi pasar modal yang saat ini sedang bergejolak

Dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, sebanyak 74% membukukan laba.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi maupun fundamental perusahaan tercatat sangat kuat.

OJK juga menengarai dua perusahaan lain melakukan praktik manipulasi pasar.

“Ada satu hal yang mungkin menjadi catatan yang kita juga objektif menerima adalah melalui enforcement yang dipandang belum cukup keras.

Sejak Januari 2026, OJK menjalankan reformasi integritas yang mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan aturan (enforcement), serta sinergi antar lembaga.

Salah satu langkah terbaru adalah sanksi sebesar Rp1,5 triliun kepada pihak yang melakukan perdagangan terkoordinasi (coordinated trading), yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, saat ini pertumbuhan industri pasar modal RI cukup baik.

Wanita yang akrab disapa Kiki tersebut memaparkan, hal tersebut tecermin dari kinerja emiten pada kuartal II 2026 yang mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik.

Ia menyampaikan hal itu agar publik dan pelaku pasar melihat bahwa tekanan yang terjadi di pasar saham tidak mencerminkan kondisi kinerja emiten.

Baca: 6 Bursa Saham Dunia yang Melonjak Gila-gilaan di 2026, Terbang 300%

“Saya ingin menunjukkan kepada Bapak, Ibu semua bahwa fundamental ekonomi dan juga fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia adalah sangat kuat,” ujarnya dalam Sidang Kabinet di Istana Negara Jakarta, Jumat (23/10/206).

Ia mengungkapkan di tengah kontras antara kinerja emiten dan tekanan pasar, OJK menyebut tengah memperkuat integritas pasar modal.

Jumat kemarin, Bapak Presiden, izin kami melaporkan bahwa kami telah melakukan sanksi mungkin terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia,’ ungkapnya.

“Kita untuk pihak terkait yang melakukan coordinated trading, kita memberikan sanksi sebesar Rp 1,5 triliun dan juga ada dua lagi perusahaan yang kita tengarai melakukan praktik-praktik manipulasi di pasar,” imbuhnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261022131045-19-778581/video-danantara-mulai-borong-saham-bumn-di-tengah-isu-msci”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/778581?comscore=off”,”time”:127,”title”:”Video: Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/22/danantara-mulai-borong-saham-bumn-di-tengah-isu-msci-1792653969071_169.png”}]’); Next Article Emiten Bakrie, Andry Hakim, hingga Salim Kena Sanksi OJK

Analisis mendalam tentang 74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *