Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Ia menjelaskan, besaran PTKP Indonesia saat ini setara sekitar 6,7 kali garis kemiskinan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara itu, jika dibandingkan melalui PDB per kapita, rasio PTKP yang pada awal penetapannya mencapai sekitar 130% kini berada di kisaran 60-70%.
Baca: Menag Jelaskan Pajak Kripto: Dipajaki Bukan Berarti Dinyatakan Halal
Bimo mengatakan, posisi Indonesia berada di tengah-tengah jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga.
Jadi kalau ekonomi tumbuh 5 setengah, kemudian inflasi 2 setengah, kita tumbuhnya sekitar 6% di atas natural economic inflated growth itu,” ujar Bimo kepada awak media, kemarin, Kamis (16/10/2026).
Dia menilai, perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas administrasi perpajakan, termasuk sistem Coretax, semakin membaik.
Jadi faktor-faktor itu yang mesti kita lihat,” ujarnya.
Dia menegaskan, pembahasan mengenai optimalisasi penerimaan tidak bisa dilakukan DJP secara sepihak.
Namun, menurut dia, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan melalui kinerja administrasi perpajakan, melainkan juga dipengaruhi desain kebijakan fiskal.
“Artinya kapasitas mesin pemajakan, Coretax, kualitas analisis teman-teman di lapangan, pemeriksaannya, penegakan hukumnya makin bagus,” katanya.
Baca: Utang Dunia Menggunung!
Pemerintah perlu memperhitungkan keterkaitan kebijakan penerimaan melalui belanja negara, pembiayaan, serta kebijakan fiskal makro.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article DJP Wajibkan Penyedia Jasa Kripto Verifikasi Data Pengguna
Ini 10 Negara melalui Rasio Utang Tertinggi
Rasio Pajak Jadi Pekerjaan Rumah
Bimo menanggapi pernyataan mengenai rasio penerimaan negara terhadap PDB Indonesia yang dinilai belum banyak bergerak, serta target untuk meningkatkannya hingga 18% dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Menurut Bimo, peningkatan rasio penerimaan negara perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk melalui evaluasi kebijakan perpajakan dan dampaknya terhadap perekonomian.
Salah satu aspek yang disorot adalah penghasilan tidak kena pajak (PTKP).
Hal ini tercermin dari pertumbuhan penerimaan pajak bruto yang mencapai sekitar 13-14%.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, pertumbuhan penerimaan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang secara gabungan diperkirakan berada di kisaran 8%.
Menurut Bimo, apabila ekonomi tumbuh sekitar 5,5% dan inflasi mencapai 2,5%, pertumbuhan penerimaan pajak bruto sebesar 13-14% menunjukkan adanya peningkatan di luar pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara alamiah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Pajak Perketat Fokus Restitusi, Prioritaskan UMKM hingga Eksportir
“Jadi gross revenue hari ini tumbuh di angka sekitar 13-14%.
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 776677, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261016080843-17-776677/djp-klaim-mesin-pajak-makin-kuat-penerimaan-tumbuh-14’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Dovana Hasiana, CNBC Indonesia 16 October 2026 09:30 Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengklaim kapasitas mesin pemungutan pajak semakin kuat.
Namun, jika dibandingkan melalui negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), PTKP Indonesia tergolong relatif tinggi.
Karena itu, menurut dia, peningkatan penerimaan pajak perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan masyarakat, kebutuhan pembiayaan pembangunan, dan keberlanjutan fiskal.
“Lha nanti pendanaan pembangunannya bagaimana?
Selain itu, kualitas analisis petugas pajak di lapangan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum juga dinilai semakin kuat.
Bimo mengakui, rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah.
Analisis mendalam tentang DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
