Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211
MSCI menilai, status Indonesia sebagai pasar berkembang atau Emerging Market tidak lagi sesuai melalui kondisi pasar saham domestik saat ini.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Saham-saham dari negara berstatus ini tidak lagi tergabung dalam indeks global utama MSCI, seperti MSCI Emerging Markets Index atau MSCI Frontier Markets Index.
Lalu indeks terpisah,Β MSCI tetap dapat menghitung indeks saham negara tersebut secara individual, tetapi tidak lagi menjadi bagian dari portofolio acuan standar bagi mayoritas manajer investasi global.
Baca: Perhatian!
Penilaian tersebut didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar terhadap tingkat investabilitas saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Standalone market sendiri adalah salah satu kategori klasifikasi pasar modal oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang menempatkan suatu negara di luar kelompok utama pasar maju (Developed Market), pasar berkembang (Emerging Market), maupun pasar perintis (Frontier Market).
Adapun karakteristik utama standalone market adalah berdiri sendiri.
Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi melalui pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
“MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi,” tulis pengumuman tersebut, dikutip Jumat (16/10/2026).
MSCI menyatakan bahwa pihaknya membuka konsultasi terkait proposal reklasifikasi indeks MSCI Indonesia.
MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 776735, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261016094604-17-776735/msci-mau-turunkan-pasar-saham-ri-ke-standalone-market-ini-dampaknya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 16 October 2026 10:35 Foto: Logo MSCI //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBCΒ Indonesia –Β MSCI mengumumkan rencana untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Faktor penyebabnya adalah diturunkan ke standalone market adalah hilangnya arus dana pasif. yang mengakibatkan MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI
Status ini sendiri diberikan kepada negara yang dinilai memiliki masalah struktural serius, kurangnya transparansi kepemilikan, dugaan perdagangan terkoordinasi, atau penurunan aksesibilitas yang signifikan bagi investor asing.
Contoh beberapa negara yang pernah atau sedang masuk dalam kategori standalone market antara lain Argentina, Jamaika, Nigeria, dan Lebanon.
Sementara itu, dampak bagi pasar modal
Faktor penyebabnya adalah saham negara tersebut tidak lagi masuk kriteria portofolio utama mereka.
Kemudian akan ada penurunan Likuiditas. yang mengakibatkan Investor institusional global yang mengacu pada indeks MSCI berpotensi menarik dana (capital outflow)
MSCI juga membuka kemungkinan untuk menyampaikan pembaruan sementara mengenai masukan pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking!
Berkurangnya keterlibatan investor asing dapat berdampak pada likuiditas pasar dan tekanan pada pergerakan indeks saham domestik.
(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016091156-19-776709/video-isu-msci-ihsg-dibuka-anjlok-8-langsung-kena-trading-halt”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776709?comscore=off”,”time”:134,”title”:”Video: Isu MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% & Langsung Kena "Trading Halt"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/isu-msci-ihsg-dibuka-anjlok-8-langsung-kena-trading-halt-1792116842195_169.png”}]’); Next Article IHSG Dihentikan 30 Menit, Buka Lagi Pukul 09:28 WIB
Analisis mendalam tentang MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
