Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Adapun insentif biaya lindung nilai tersebut yakni pengurangan premi 30% untuk pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan pengurangan premi 25% untuk transaksi swap.

Selain insentif biaya hedging, BI juga menerapkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yakni melalui memberikan insentif pengurangan giro wajib minimum hingga 2% bagi perbankan, dengan catatan perbankan tersebut tidak menempatkan dananya pada surat berharga dalam jumlah yang banyak dan terus menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Perbankan yang masih menempatkan dananya di SRBI dalam jumlah yang banyak dan penyaluran kreditnya tidak masif, maka tidak mendapatkan insentif tersebut.

“Perbankan yang terlalu berlebihan menempatkan dananya itu dalam bentuk surat berharga (SBN atau SRBI), itu kita tidak berikan insentif.

Sementara perbankan yang menempatkan dananya di surat berharga dalam jumlah yang tidak terlalu besar dan juga memiliki lending yang cukup, kita berikan insentif dalam bentuk pengurangan giro wajib minimum (GWM) hingga 2%,” jelasnya.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009125646-19-774725/video-alasan-bos-bi-tak-naikkan-bi-rate-saat-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774725?comscore=off”,”time”:499,”title”:”Video: Alasan Bos BI Tak Naikkan BI Rate Saat Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/alasan-bos-bi-tak-naikkan-suku-bunga-saat-bunga-the-fed-naik-di-september-2026-1791526098873_169.png”}]’); Next Article BI Serap Rp24 T dari Hasil Lelang SRBI, Imbal Hasil Turun

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774772, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261009140441-17-774772/yield-srbi-sempat-bikin-biaya-dana-naik-bi-ganti-strategi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia 09 October 2026 16:00 Foto: Profil Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti.

(CNBC Indonesia/Maikel Jefriando) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan pihaknya telah merubah arah kebijakan dan fokus instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar dapat memperkuat likuiditas perbankan dan menekan biaya dana (cost of fund) di pasar keuangan domestik.

Destry mengatakan pada kebijakan penerbitan SRBI sebelumnya, imbal hasil (yield) SRBI sempat menyentuh rekor tertingginya yakni sekitar 7,6%, di mana saat itu BI hanya berfokus pada upaya penarikan dana asing ke dalam negeri.

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Faktor penyebabnya adalah ada insentif tadi itu,” ujar Destry.

Baca: Kabar Baik! yang mengakibatkan Kita kasih insentif biaya hedging, sehingga asing yang mau masuk ke sini, dia akan dapat membayar dengan relatif yang lebih murah,

Faktor penyebabnya adalah cost of fund jadi naik,” kata Destry dalam wawancara eksklusif di Central Banking CNBC Indonesia, dikutip Kamis (8/10/2026).

Baca: Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Atas dasar hal tersebut, BI kemudian merubah kebijakan SRBI agar imbal hasilnya tidak terlalu meninggi dan cost of fund bisa diredam dengan baik.

“Nah kita belajar dari situ, makanya kita pikir, oh nggak bisa nih kayak gini nih, kita mesti targetin, kita mau datangkan inflow, tapi yield SRBI-nya enggak perlu naik, BI Rate-nya juga nggak perlu naik, tapi kita masih bisa dapat inflow,” terang Destry.

Destry menjelaskan, untuk dapat mencatatkan inflow asing meski tidak menaikkan suku bunga acuan, pihaknya memberikan insentif untuk biaya lindung nilai (hedging), karena investor asing akan dapat membayar dengan relatif yang lebih murah.

“Caranya gimana? yang mengakibatkan Namun, yieldnya sempat mencapai 7,6% dalam satu tahun, akibatnya pada saat SRBI naik seperti itu, yang lain ikut naik dan tertransmisi ke pasar keuangan, kemudian tertransmisi ke perbankan,

Namun dampaknya yakni membuat instrumen lain juga mengalami kenaikan dan membuat cost of fund menjadi sangat tinggi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Pada awalnya, SRBI diterbitkan hanya untuk menarik dana asing masuk ke Indonesia.

Analisis mendalam tentang Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *