Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US$8 Miliar! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dampak dari hal tersebut adalah menambah supply di pasar valuta asing kita,” ucap Destry.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dengan adanya insentif biaya hedging tersebut, Indonesia mendapatkan inflow dana asing sebesar US$ 8 miliar. akibat Jadi asing datang, dia cover dengan DNDF, tapi di spotnya dia jual dolarnya,
“Jadi kita kemarin juga melihat, tapi kita harus melakukan suatu kebijakan, yaitu bagaimana menarik dana asing itu masuk gitu kan.
Waktu Juni 2026, kita sudah mulai mengeluarkan yang namanya insentif untuk biaya hedging agar dana asing bisa masuk lebih mudah,” ujar Destry.
Destry menambahkan pada pertemuan RDG edisi September, pihaknya sudah memberikan insentif berupa pengurangan besaran persentase premi agar dapat menarik modal asing.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774721, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261009125250-17-774721/bi-tak-ikut-the-fed-naikkan-bunga-asing-malah-masuk-us-8-miliar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd, CNBC Indonesia 09 October 2026 14:15 Foto: Profil Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Bahkan, Indonesia juga mendapatkan ‘durian runtuh’ sebanyak 200 juta yen setelah adanya insentif biaya hedging tersebut.
Dampak ke dalam negeri, selain mencatatkan inflow asing, rupiah juga cenderung lebih stabil dan bahkan sempat menguat ke level psikologis Rp17.500-an pada September 2026.
Selain insentif biaya hedging, BI juga menerapkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yakni melalui memberikan insentif pengurangan giro wajib minimum hingga 2% bagi perbankan, dengan catatan perbankan tersebut tidak menempatkan dananya pada surat berharga dalam jumlah yang banyak dan terus menyalurkan kredit kepada masyarakat.
“Kebijakan lainnya di KLM, kita juga melakukan penguatan untuk kebijakan likuiditas makroprudensial, dengan memberikan insentif dalam bentuk pengurangan giro wajib minimum hingga 2% bagi perbankan yang menempatkan dananya di surat berharga tidak berlebihan dan terus menyalurkan lending-nya,” jelas Destry.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260923144603-19-770243/video-bi-putuskan-tahan-suku-bunga-acuan-575-di-rdg-september-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770243?comscore=off”,”time”:555,”title”:”Video: BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/23/bi-putuskan-tahan-suku-bunga-acuan-di-575-1790150086701_169.png”}]’); Next Article Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak
(CNBC Indonesia/Maikel Jefriando) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) buka suara terkait sikap selanjutnya setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan edisi September 2026.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pihaknya memilih untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) atau tidak mengikuti jalur sikap The Fed yang mulai hawkish.
Alhasil, BI sudah terlebih dahulu mengantisipasi melalui menaikkan suku bunga acuan terlebih dahulu dari The Fed.
“Kita di awal sudah menaikkan suku bunga pada Mei dan Juni 2026, sebagai langkah antisipasi, makanya kita sudah forward looking bahwa ke depan kita akan menghadapi hal yang lebih sulit,” terang Destry.
Dia menjelaskan BI lebih memilih untuk menggunakan jalur lain yakni melalui kebijakan pemberian insentif dibandingkan memilih untuk menaikkan kembali BI Rate.
Adapun rinciannya yakni premi 30% untuk pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan 25% untuk transaksi swap.
“Per September kemarin, kita naikkan besarnya insentif.
BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US$8 Miliar!
Adapun salah satunya yakni memberikan insentif biaya hedging.
Baca: Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!
Dampak dari hal tersebut adalah kami yakini, ini masih cukup untuk bisa menjaga inflasi dan rupiah yang relatif stabil,” kata Destry dalam wawancara ekslusif di Central Banking CNBC Indonesia, Jumat (9/10/2026).
Baca: RI Berhasil Tahan Penurunan Alami Lapangan Minyak Tua, Ini Buktinya
Destry melanjutkan BI sejatinya sudah mengantisipasi dari kenaikan suku bunga The Fed, sehingga kebijakan forward looking masih diperlukan. akibat Hal ini lantaran pihaknya melihat dampak keseluruhan dari kenaikan suku bunga, bukan hanya dilihat dari alasan menjaga kestabilan rupiah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Kami melihatnya secara utuh, bahwa kenaikan suku bunga ini tentu dampaknya akan lebih umum dan semua segmen akan kena gitu, apalagi suku bunga kan sudah kami naikkan di pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Mei-Juni 2026,
Analisis mendalam tentang BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US$8 Miliar! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
