Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Produk yang dihasilkan antara lain digunakan sebagai bahan baku berbagai produk jadi di sektor kesehatan, seperti pembalut dan popok, serta sektor konstruksi dan agrikultur.
Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan tahapan pemberlakuan ketentuan baru terkait peningkatan ambang batas free float saham yang tercatat di bursa, dari 7,5% ke 15%.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, aturan mengenai free float revisi Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, per 31 Maret 2026.
“Adapun pemenuhan ketentuan free float minimum 15% dilaksanakan secara bertahap melalui penetapan target antara pada setiap tahapan, disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan guna memastikan pencapaian target akhir sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan,” jelas Jeffrey dalam sosialisasi capaian reformasi transparansi pasar modal Indonesia, di Gedung BEI.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260928093643-19-771358/bei-turunkan-batas-harga-minimum-saham-gocap-bisa-diperdagangkan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771358?comscore=off”,”time”:66,”title”:”BEI Turunkan Batas Harga Minimum, Saham "Gocap" Bisa Diperdagangkan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/bei-turunkan-batas-harga-minimum-saham-gocap-bisa-diperdagangkan-1790650982739_169.png”}]’); Next Article FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 772320, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261001054920-17-772320/bei-temukan-hsc-pada-msja-9862-saham-dikuasi-segelintir-pihak’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 01 October 2026 06:10 Foto: Ilutrasi Bursa.
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Burs Efek Indonesia (BEI) kembali menemukan fenomena kepemilikan saham yang tergolong ekstrem pada emiten
PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA).
Terungkap bahwa hampir seluruh saham perseroan dikuasai oleh segelintir pihak saja.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penemuan tersebut berdasarkan hasil metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) yang diterapkan otoritas bursa, per tanggal 25 September 2026.
“Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,62% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat MSJA,” tulis manajemen BEI, Kamis (1/10/2026).
Baca: BEI Buka-Bukaan Soal Masukan Pelaku Pasar Terkait Saham HSC
Namun demikian, BEI menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam pengumuman HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
PT Multi Spunindo Jaya Tbk sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di industri nonwoven.
Analisis mendalam tentang BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
