Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah ada masalah fundamental dan struktural yang kami bicarakan dengan KSSK khususnya pemerintah dari Kementerian Keuangan,” ujar Destry.

Namun, menurut Destry kebijakan moneter ini akan lebih optimal dalam menjaga stabilitas nilai tukar jika dibarengi dengan optimalisasi ekspor barang dan jasa serta investasi.

Maka dari itu, Bank Indonesia pun melakukan koordinasi serta kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan juga Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam hal penguatan ekspor dan investasi.

“Karena memang ada beberapa masalah yang fundamental dan struktural, kami bicarakan itu di KSSK khususnya dengan pemerintah dengan Kementerian Keuangan,” ucapnya.

“Kami juga berbicara bagaimana program-program meningkatkan ekspor program-program untuk mendapatkan investasi, termasuk investasi yang real investment atau portfolio investment,” ucapnya.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260924175110-19-770672/video-menkeu-suahasil-kunjungi-destry-bahas-sinergi-bi–kemenkeu”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770672?comscore=off”,”time”:581,”title”:”Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI – Kemenkeu”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/24/menkeu-suahasil-kunjui-kantor-destry-bahas-sinergi-bi-kemenkeu-1790248288221_169.png”}]’); Next Article DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini yang mengakibatkan Menurut Destry, intervensi kurs di kedua pasar itu pun lebih efektif saat ini.

“Dengan kita kembangkan DNDF dulu, kemudian NDF, itu lebih efektif walau tekanan masih ada,

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771509, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928154352-17-771509/dolar-as-nyaris-rp18000-bi-pakai-jurus-ini-selamatkan-rupiah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 28 September 2026 15:49 Foto: Gubernur BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Ruang Konferensi Pers, Gedung Thamrin Lantai 1, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

(CNBC Indonesia/Muhamad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Faktor penyebabnya adalah kita langsung jual dolar itu langsung gerus cadev kita,” tegasnya.

Baca: Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak

Destry menjelaskan, semakin berkurangnya intervensi BI di pasar spot karena pasar DNDF dan NDF sudah semakin dikembangkan oleh bank sentral. yang mengakibatkan Apalagi kini dolar AS nyaris menyentuh Rp18.000.

Menurutnya, sinergitas tersebut bisa diwujudkan dengan peran masing-masing, antara BI sebagai pemangku kebijakan moneter dan pihak kementerian atau lembaga lain.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

Bank Indonesia misalnya melakukan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melalui pasar spot, pasar non-deliverable forward (NDF), maupun Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Saat ini, intervensi tersebut pun semakin efektif dengan mengurangi porsi intervensi di pasar spot yang ‘mahal’ dan dapat menggerus cadangan devisa (cadev).

Gubernur BI Destry mengatakan, di banding intervensi di pasar lainnya, seperti di pasar kontrak berjangka valas seperti di domestic non delivery forward (DNDF) dan non delivery forward (NDF), intervensi di pasar spot kini hanya 30%.

“Kita pun sekarang sudah sangat mengurangi intervensi yang mahal, itu melalui spot, jumlahnya sekitar 30% dari total intervensi yang kami lakukan, itu intervensi ada di DNDF, NDF dan spot,” kata Destry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (28/9/2026).

“Jadi kalau dulu dominannya spot,

Analisis mendalam tentang Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *