Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah itu, pemerintah menargetkan setidaknya sebagian kecil dari harta karun “di bawah bantal” tersebut dapat beralih ke sistem perbankan formal.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang US$252 miliar ini mungkin 20%-nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian,” pungkas Airlangga.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260911132112-19-767206/video-bukan-ri-investor-china-amankan-aset-ke-malaysia-singapura”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/767206?comscore=off”,”time”:91,”title”:”Video: Bukan RI, Investor China Amankan Aset ke Malaysia & Singapura”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/11/investor-china-pilih-malaysia-singapura-untuk-amankan-aset-1789119154783_916.png”}]’); Next Article Negara Eropa Ramai-Ramai Bawa Emas Keluar dari AS, Ada Apa? yang mengakibatkan Airlangga secara khusus meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah mengantongi layanan bullion (bank emas), yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), agar dapat menciptakan instrumen yang mampu membangun kepercayaan masyarakat agar mau menitipkan aset emas mereka.
Saat ini, PT Pegadaian tercatat baru mengelola sekitar 153 ton stok emas milik masyarakat, sementara BSI mengelola sekitar 20 ton.
Oleh
1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771174, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260926215335-17-771174/1800-ton-emas-warga-ri-ada-di-bawah-bantal-nilainya-rp-4500-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 27 September 2026 08:30 Foto: REUTERS/Francis Kokoroko //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia mengungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai potensi ekonomi nasional.
Nah, ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan,” tegas Airlangga.
Pilihan Redaksi
- Harga Emas Antam melejit Rp23.000 Menjadi Rp2.613.000/Gram
- Rahmat Erwin Sumbang Emas ke-2 RI di Asian Games dari Angkat Besi
Melihat potensi besar yang masih tertidur ini, pemerintah mendorong lembaga keuangan untuk memutar otak.
Ribuan ton emas milik masyarakat saat ini terpantau masih “menganggur” alias bersemayam di bawah bantal dan belum masuk ke dalam sistem keuangan resmi negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa saat lalu membeberkan bahwa total emas yang disimpan secara pribadi oleh masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai 1.800 ton.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Bila dikalkulasikan, tumpukan emas rumahan tersebut memiliki nilai yang fantastis, yakni menyentuh US$252 miliar.
Jika dikonversi menggunakan kurs saat ini di level Rp17.880/US$, nilainya sekitar Rp4.505 triliun.
“Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton.
Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$252 miliar,” ujar Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, pada akhir Agustus lalu.
Bisa Masuk Jajaran Raksasa Emas Dunia
Airlangga menilai, jika ribuan ton emas tersebut berhasil ditarik dan diintegrasikan ke dalam sistem keuangan domestik, cadangan emas Indonesia akan langsung melesat dan masuk dalam jajaran yang terbesar di kancah global.
Sebagai perbandingan, Amerika Serikat saat ini tercatat memiliki cadangan stok emas terbesar di dunia sebanyak 8.133 ton, disusul oleh China sebanyak 2.331 ton.
“Kalau Indonesia 1.800 [ton], itu udah langsung di bawah mereka semua.
Analisis mendalam tentang 1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
