Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sementara itu, operasional di empat lantai lainnya tetap dibiarkan berjalan normal demi meraup cuan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Puncak Tragedi: AC Dimatikan, Petinggi Kabur, Mal Ambruk
Puncaknya terjadi pada sore hari nahas tanggal 29 Juni 1995.
Mereka hanya menutup area lantai empat dan mematikan seluruh sistem pendingin ruangan (AC) di dalam gedung melalui alasan tidak ingin kehilangan potensi transaksi bisnis yang sedang tinggi-tingginya hari itu.
Ironisnya, begitu menyadari situasi gedung sudah sangat berbahaya, para petinggi manajemen justru memilih kabur meninggalkan lokasi.
Pilihan Redaksi
- Badan Intelijen & OJK Beri Tips Cegah HP Dibajak-Rekening Dikuras
- Tajir Melintir, Ini Deretan Konglomerat Pemilik Mal
Namun, alih-alih menutup gedung untuk melakukan audit keselamatan menyeluruh, manajemen justru memilih jalan pintas melalui memindahkan kios-kios di lantai lima ke lantai bawah.
Di sisi lain, ribuan pegawai tetap dipekerjakan untuk melayani pengunjung yang terus berdatangan.
Berdasarkan data Encyclopaedia Britannica, tim penyelamat gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 937 korban luka-luka, menemukan 502 korban jiwa, sementara enam orang lainnya hilang dan jasadnya tidak pernah ditemukan.
Akar Masalah: Dari Bekas Tempat Sampah hingga Konstruksi Cacat
Hasil investigasi mendalam yang dirilis The Guardian mengungkap bahwa akar dari bencana ini sudah ditanam sejak proses pembangunan gedung dimulai pada tahun 1987.
Namun, semuanya sudah terlambat.
“Dari seberang toko terdengar suara seperti kereta bawah tanah memasuki stasiun, dan ketika kami mendengar suara itu, orang-orang mulai berlarian ke sana ke mari.
Tiba-tiba sepotong beton jatuh di kepala saya dan saya pingsan,” kenang Park Seung-Hyun, salah satu penyintas, dikutip dari BBC International.
Hanya dalam kurun waktu sekitar 20 detik, bangunan megah berlantai lima itu runtuh total dan meratakan seluruh isinya, menimbun lebih dari 1.500 orang di bawah tonase beton.
(Tangkapan Layar Youtube/) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Tragedi runtuhnya Sampoong Department Store, yang saat itu tercatat sebagai mal terbesar di negeri ginseng, merupakan salah satu bencana non-alam paling mengerikan dalam sejarah modern akibat keserakahan dan kelalaian manajemen.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Insiden mematikan yang terjadi pada 29 Juni 1995 ini merenggut nyawa sebanyak 502 orang, sementara lebih dari 1.500 pengunjung dan staf terkubur di bawah reruntuhan beton.
Mengutip The Guardian, pihak pengelola sebenarnya telah mendeteksi tanda-tanda ancaman bahaya sejak tiga bulan sebelum mal ambruk.
Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771173, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260926215013-17-771173/mal-terbesar-roboh-gara-gara-bos-ogah-perbaiki-gedung-502-orang-tewas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 27 September 2026 06:40 Foto: Sampoong Department Store runtuh.
Para pengunjung sama sekali tidak menyadari tingkat kerusakan struktur gedung, dan hanya merasakan suasana mal yang semakin pengap dan panas akibat AC dimatikan.
Hingga sekitar pukul 17.50 waktu setempat, suara retakan hebat dan gemuruh mengerikan mulai terdengar dari dalam bangunan.
Lahan tempat berdirinya mal tersebut ternyata merupakan bekas tempat pembuangan sampah (landfill) yang kondisi tanahnya tidak stabil untuk menopang struktur bangunan komersial berskala masif.
Kontraktor awal proyek sebenarnya sudah memberikan peringatan keras terkait risiko tinggi pembangunan di atas lahan labil tersebut, serta menyarankan agar lokasi itu dijadikan kompleks apartemen melalui struktur beton yang lebih kuat.
Namun, pemilik Sampoong, Lee Joon, dengan arogan menolak masukan tersebut dan tetap memaksa membangun pusat perbelanjaan.
Jakarta, CNBC Indonesia – Mengabaikan tanda-tanda kerusakan demi mengeruk keuntungan berujung pada malapetaka kemanusiaan yang paling kelam di Korea Selatan.
Suasana seketika berubah menjadi kepanikan massal saat pengunjung berlarian mencari jalan keluar dan alarm bahaya berbunyi.
Ketika kontraktor pertama menolak menuruti rancangannya demi alasan keselamatan jiwa, Lee Joon melalui mudah memecat mereka dan menggantinya dengan kontraktor lain yang mau menuruti instruksinya.
Investigasi resmi akhirnya menyimpulkan bahwa keruntuhan fatal Sampoong Department Store diakibatkan oleh kombinasi buruknya perencanaan konstruksi sejak awal serta kelalaian fatal pihak pengelola dalam merawat bangunan.
Pengadilan pun menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada sang pemilik, Lee Joon, serta tujuh tahun penjara kepada putranya, Lee Han-Sang, atas kelalaian berat yang berujung pada hilangnya ratusan nyawa manusia.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260922140821-19-769904/video-pakai-ai-asuransi-incar-nasabah-muda–sandwich-generation”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/769904?comscore=off”,”time”:602,”title”:”Video: Pakai AI, Asuransi Incar Nasabah Muda – Sandwich Generation”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/22/asuransi-manfaatkan-ai-incar-ekspansi-ke-nasabah-muda-sandwich-generation-1790061055799_169.png”}]’); Next Article Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
Retakan pada bangunan dilaporkan semakin melebar dan merembet hingga ke lantai empat.
Dibanding menutup pusat perbelanjaan yang tengah dipadati pengunjung, pihak manajemen lagi-lagi memilih mengabaikan keselamatan publik.
Pada April 1995, kerusakan parah berupa retakan panjang mulai terlihat jelas di bagian atap dan dinding lantai lima.
Analisis mendalam tentang Mal Terbesar Roboh Gara-Gara Bos Ogah Perbaiki Gedung, 502 Orang Tewas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
