Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Danantara Mau Pegang Saham BEI, Ini Update Terbarunya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendri mengatakan surat yang diterima pihaknya tidak mencantumkan besaran kepemilikan saham secara spesifik.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Dalam surat tidak secara spesifik menyebutkan persentase,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, dikutip dari Detikcom, Sabtu (26/9/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: OJK: Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek
Sebelumnya, beredar dokumen yang menyebut Danantara berencana mengambil 40,12% saham BEI.
Faktor penyebabnya adalah kajian internal dan pelaksanaan uji tuntas masih berlangsung,” demikian keterangan tertulis Tim Komunikasi Danantara Indonesia, Senin (14/9/2026).
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260821133158-19-761288/video-bei-berencana-hapus-batas-harga-minimum-rp-50-per-saham”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/761288?comscore=off”,”time”:58,”title”:”Video: BEI Berencana Hapus Batas Harga Minimum Rp 50 Per Saham”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/21/bei-berencana-hapus-batas-harga-minimum-rp-50-per-saham-1787297472347_169.png”}]’); Next Article IHSG ke Level 6.100-an, Danantara-Purbaya Beri Pesan Ini ke Investor yang mengakibatkan Proses kajian internal dan uji tuntas masih berlangsung.
Saat kabar mengenai rencana kepemilikan saham tersebut beredar, Danantara juga masih menunggu terbitnya aturan OJK mengenai pemegang saham Bursa Efek Indonesia.
“Hingga saat ini, proses pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final,
Danantara Mau Pegang Saham BEI, Ini Update Terbarunya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771117, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260926083949-17-771117/danantara-mau-pegang-saham-bei-ini-update-terbarunya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Fergi Nadira, CNBC Indonesia 26 September 2026 10:00 Foto: Ilustrasi berdoa melalui latar belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Surat terkait rencana tersebut telah disampaikan kepada pihak bursa.
Namun, hingga kini belum ada angka pasti mengenai berapa besar saham BEI yang akan digenggam Danantara.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mulai menunjukkan keseriusannya untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana tersebut disebut menjadi bagian dari proses demutualisasi BEI yang akan dilakukan melalui skema rights issue.
Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hingga saat ini belum menerima pengajuan dari pihak mana pun untuk memiliki saham BEI melalui porsi di atas 5%.
Kabar mengenai kemungkinan Danantara menguasai lebih dari 40% saham BEI bahkan telah beredar sebelum OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek Indonesia pada 17 September 2026.
“Belum ada, pengajuan ke OJK tentu belum ada sampai saat ini,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi.
Hasan menjelaskan, setiap pihak yang ingin memiliki saham BEI dengan porsi lebih dari 5% wajib memperoleh persetujuan dari OJK.
OJK juga menekankan pentingnya independensi BEI setelah proses demutualisasi selesai.
Bursa harus memiliki mekanisme yang mampu mencegah dan memitigasi potensi konflik kepentingan, termasuk ketika terdapat pemegang saham melalui porsi kepemilikan besar.
“Ini harus diterjemahkan dalam untuk aturan pelaksanaan dan aturan internal di Bursa itu yang betul-betul nanti menjadi bagian pelaksanaan yang menerjemahkan norma tidak terjadinya gangguan atau tetap dikedepankannya independensi untuk pelaksanaan kegiatan Bursa,” terang Hasan.
Sementara itu, Danantara sebelumnya menegaskan besaran saham BEI yang akan dimiliki belum diputuskan.
Analisis mendalam tentang Danantara Mau Pegang Saham BEI, Ini Update Terbarunya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
