Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Mau Caplok 30% Saham BYAN, Seberapa Kaya Haji Isam yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun, sebagian hartanya bisa dihitung berdasarkan kepemilikan sahamnya di perusahaan terbuka.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Haji Isam memiliki kepemilikan tidak langsung di sejumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dengan asumsi total saham BYAN sebanyak 33,33 miliar saham, harga penawaran secara matematis setara melalui sekitar Rp2.500 per saham.
Artinya bila menggunakan asumsi harga penawaran tersebut, 10 miliar saham BYAN akan setara dengan sekitar Rp25 triliun.
Dengan kepemilikan sebesar 86,64%, nilai kepemilikan Haji Isam di JARR mencapai sekitar Rp33,51 triliun.
Adapun pada TEBE, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp2,53 triliun melalui harga saham Rp1.965 per saham.
Namun bila menggunakan alokasi dana Rp53,1 triliun untuk mengakuisisi 30% saham BYAN, maka harga per saham akan berada di kisaran Rp5.300.
Harta Kekayaan Haji Isam
Terlepas dari belum jelasnya nilai transaksi, kekayaan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam tidak tercatat di Forbes Real Time Billionaire.
Apabila mengacu pada daftar Forbes Realtime Billionaire, Haji Isam bisa saja masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia.
Sementara itu, Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya kedua di Indonesia melalui total harta mencapai US$16,3 miliar, terpaut tipis dengan peringkat satu, yakni Prajogo Pangestu yang memiliki harta US$16,4 miliar.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260916171712-19-768493/video-pasar-pantau-risiko-minyak-usd-100–bunga-the-fed-diramal-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768493?comscore=off”,”time”:403,”title”:”Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/16/risiko-minyak-tembus-usd-100-suku-bunga-the-fed-diramal-naik-ihsg-memerah-1789553969997_169.png”}]’); Next Article Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan (BYAN) Milik Low Tuck Kwong
Dengan kepemilikan sebesar 76,69%, nilai saham PGUN yang dikaitkan melalui Haji Isam mencapai sekitar Rp44,23 triliun.
Sementara itu, JARR memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp38,68 triliun dengan harga saham Rp4.190 per saham.
Jika dihitung berdasarkan harga saham dan kapitalisasi pasar yang diberikan, nilai kepemilikan Haji Isam di tiga emiten yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) mencapai triliunan rupiah.
Kepemilikan tersebut tersebar melalui keluarga maupun perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
Berdasarkan kepemilikan sebesar 76,91%, nilai saham yang dikaitkan melalui Haji Isam mencapai sekitar Rp1,95 triliun.
Jika ketiga nilai tersebut dijumlahkan, maka total nilai kepemilikan Haji Isam di PGUN mencapai Rp57,67 triliun, JARR Rp33,51 triliun, dan TEBE Rp1,95 triliun.
Mau Caplok 30% Saham BYAN, Seberapa Kaya Haji Isam Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 768863, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260917210406-17-768863/mau-caplok-30-saham-byan-seberapa-kaya-haji-isam’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 18 September 2026 06:00 Foto: Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penghargaan kepada Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad yang lebih dikenal sebagai Haji Isam dan Pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo.
(Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Jhonlin Baratama akan mengakusisi sekitar 30% saham perusahaan.
Melalui keterbukaan informasi, dikutip Jumat (18/9/2026), Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) melalui PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.
Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN, setara sekitar 30% dari total saham beredar perseroan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang telah disepakati para pihak.
Data kepemilikan yang digunakan menunjukkan Haji Isam melalui putrinya, Liana Saputri, menguasai 76,69% saham PGUN, sementara pada JARR kepemilikannya melalui perusahaan yang dikuasai mencapai 86,64% dan pada TEBE melalui PT Dua Samudera sebesar 76,91%.
Baca: Bayan Force Majeure Gegara RKAB Habis, ESDM Buka Suara
Untuk PGUN, kapitalisasi pasar perseroan berada di level Rp57,67 triliun melalui harga saham Rp10.050 per saham per penutupan perdagangan kemarin, Kamis, (19/9/2026).
Dengan demikian, pengalihan saham tersebut belum dapat dianggap selesai.
Di tengah kabar tersebut, saham BYAN ditutup menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan data perdagangan, saham BYAN berada di level Rp11.525 per saham, naik 1,54% atau 175 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp11.350.
Sepanjang perdagangan, saham BYAN sempat menyentuh level tertinggi Rp11.800 dan terendah Rp11.200.
Dengan harga penutupan tersebut, sebanyak 10 miliar saham BYAN yang menjadi objek perjanjian memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.
Akan tetapi sebelumnya, beredar rumor bahwa Haji Isam menawarkan US$3 miliar untuk mengambil alih sekitar 62% saham BYAN.
Jika menggunakan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara melalui Rp53,1 triliun.
Nilai tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham.
Angka tersebut diketahui lebih tinggi dari sejumlah nama besar yang lebih dulu masuk daftar orang terkaya versi Forbes, seperti bos Sukanto Tanoto hingga Theodore Rachmat.
Dengan demikian, total nilai pasar kepemilikan saham Haji Isam pada tiga emiten tersebut mencapai sekitar Rp93,13 triliun atau US$5,25 miliar.
Namun, angka Rp93,13 triliun tersebut perlu dipahami sebagai estimasi nilai pasar atas kepemilikan saham, bukan total kekayaan bersih Haji Isam.
Analisis mendalam tentang Mau Caplok 30% Saham BYAN, Seberapa Kaya Haji Isam akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
