IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Perbedaan pandangan tersebut menambah perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter AS dan independensi bank sentral.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah perkembangan, mulai dari penerapan pemungutan PPh pedagang online melalui marketplace pada 1 Oktober 2026 hingga penindakan OJK terhadap emiten yang melanggar ketentuan pasar modal.

Sementara itu, pasar global akan menantikan rilis klaim pengangguran AS dan inflasi final Zona Euro Agustus 2026, serta keputusan suku bunga Bank of England (BoE).

Sektor kesehatan, properti dan barang baku melemah hari ini.

Secara spesifik, emiten yang menopang kinerja IHSG hari ini termasuk BMRI, BYAN, DSSA, BBRI dan CUAN.

Penguatan IHSG terjadi setelah indeks ditutup melemah 0,38% pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

Keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%, disertai lonjakan dolar AS dan imbal hasil US Treasury, menjadi sentimen utama yang membayangi pergerakan IHSG dan rupiah.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023 dan mengisyaratkan peluang kenaikan lanjutan hingga akhir tahun.

Kelompok Houthi disebut berhasil menguasai sejumlah wilayah dan pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis perdagangan minyak global.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026), di tengah tekanan sentimen global setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data Refinitiv, pada akhir perdagangan sesi pertama IHSG menguat 0,42% ke level 6.463,61 dan sempat bergerak di rentang terendah 6.418 dan tertinggi di level 6.500.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Emiten Keluarga Kalla (BUKK) Buka Suara Soal Aturan Free Float 15%

Sebanyak 374 saham menguat, 234 saham melemah, dan 178 saham tidak bergerak.

Data dan keputusan tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi global dan arah kebijakan moneter bank sentral.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 7,88 triliun, melalui volume perdagangan mencapai 16,90 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,12 juta kali.

Mayoritas sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan sektor energi, konsumer dan finansial.

IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 768687, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260917121551-17-768687/ihsg-menguat-042-meski-pasar-tersengat-kabar-buruk-dari-as’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 17 September 2026 12:52 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,004%, level tertinggi sejak Juli 2007.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan memicu perpindahan dana investor ke aset berdenominasi dolar AS.

Bersama Selat Hormuz, jalur tersebut menjadi salah satu titik penting bagi distribusi energi dunia.

Perkembangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan dan distribusi minyak, yang dapat mempertahankan tekanan harga energi.

Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran bank sentral AS terhadap inflasi yang masih tinggi.

Keputusan tersebut langsung mendorong indeks dolar AS ke level 100,252, tertinggi sejak 12 Agustus 2026.

Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar risiko inflasi global sekaligus menambah beban bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, tekanan terhadap The Fed juga datang dari Presiden AS Donald Trump yang kembali mendesak penurunan suku bunga secara agresif hingga 1% atau lebih rendah.

Sebelumnya, IHSG sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan, sebelum berbalik ke zona merah hingga penutupan.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini.

Kenaikan imbal hasil US Treasury juga dapat meningkatkan daya tarik obligasi AS dibandingkan aset negara berkembang, termasuk saham dan surat utang Indonesia.

Tekanan pasar turut diperbesar oleh memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sebanyak 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan masih ada setidaknya satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps.

Analisis mendalam tentang IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *