Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sektor barang baku juga naik 0,27%, disusul kesehatan yang menguat tipis 0,04%.

Namun, penguatan sektor energi dan barang baku belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari sektor keuangan dan sektor lainnya.

BYAN dan AMMN Topang IHSG

Meski IHSG berakhir melemah, sejumlah saham masih memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.

Mengacu pada data Refinitiv, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penopang terbesar IHSG melalui kontribusi kenaikan 28,61 poin indeks.

Saham BYAN ditutup di level Rp11.350, melalui kontribusi perubahan sebesar 0,44%.

Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang kenaikan 4,48 poin indeks, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 3,11 poin.

Saham lain yang turut menopang indeks adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) dengan kontribusi penurunan 3,54 poin indeks.

Sektor teknologi terkoreksi 1,34%, utilitas melemah 1,82%, dan real estat turun 0,95%.

Secara keseluruhan, mayoritas sektor saham bergerak di zona merah.

Padahal, pada pukul 09.32 WIB, indeks sempat menguat 1,02% ke posisi 6.526,81.

Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp624,7 miliar di seluruh pasar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran.

Sejumlah saham tambang masih menopang indeks, tetapi tekanan dari saham perbankan dan sektor lainnya membuat IHSG gagal mempertahankan penguatan pada awal perdagangan.

Sementara itu, data perdagangan menunjukkan sebanyak 456 saham melemah, 213 saham menguat, dan 294 saham tidak bergerak.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260916171712-19-768493/video-pasar-pantau-risiko-minyak-usd-100–bunga-the-fed-diramal-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768493?comscore=off”,”time”:403,”title”:”Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/16/risiko-minyak-tembus-usd-100-suku-bunga-the-fed-diramal-naik-ihsg-memerah-1789553969997_169.png”}]’); Next Article IHSG Naik Kencang, Asing Tinggalkan Saham Ini

Disusul Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp57,9 miliar, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp24,2 miliar, serta Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp24,1 miliar.

Dengan demikian, aksi jual asing pada empat saham bank besar tersebut menyumbang sekitar 55% dari total net sell asing di pasar saham.

Sektor Keuangan Jadi Pemberat

Berdasarkan data Refinitiv, tekanan terhadap saham perbankan sejalan melalui pelemahan sektor keuangan yang terkoreksi 0,71% pada perdagangan kemarin.

Bahkan, sektor keuangan menjadi salah satu sektor dengan pelemahan cukup dalam.

Selain sektor-sektor tersebut, sektor industri melemah 0,46%, sementara sektor konsumer siklikal dan konsumer non-siklikal masing-masing terkoreksi 0,14%.

Baca: Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Di sisi lain, sektor energi justru menguat 2,54%, menjadi sektor melalui kenaikan tertinggi.

Aksi jual investor asing terhadap saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu sorotan pasar.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85.

Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa?

Tercatat, empat saham bank besar mencatatkan akumulasi net sell sebesar Rp344,6 miliar.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham perbankan yang paling banyak dilepas asing melalui net sell Rp238,4 miliar.

BMRI dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) masing-masing memberikan kontribusi negatif sebesar 2,61 poin.

Dengan demikian, pelemahan IHSG kemarin tidak terjadi secara merata.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 768536, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260916234438-17-768536/kemarin-ihsg-sempat-menguat-1-tapi-berakhir-merah-ada-apa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 17 September 2026 07:45 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan.

Analisis mendalam tentang Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *