IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sementara transaksi di pasar tunai relatif kecil, melalui volume 350 lot, nilai transaksi sekitar Rp9,01 juta, dan frekuensi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan data Refinitiv, saham-saham pemberat pelemahan IHSG berasal dari sektor keuangan yang turun 1,49%, disusul oleh sektor energi yang -1,40%, dan sektor utilities -0,75%.

Adapun saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT.Cipta Selera Murni Tbk PT (CSMI), PT.

Sementara itu, frekuensi transaksi di pasar reguler telah mencapai sekitar 1,06 juta kali.

Adapun pada pasar negosiasi, volume transaksi tercatat sebesar 8,93 juta lot melalui nilai transaksi mencapai Rp956,21 miliar dan frekuensi sebanyak 196 kali.

Hingga sesi I perdagangan, sebanyak 333 saham naik, 317 saham melemah, dan 313 tak bergerak.

Pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak hingga level tertinggi 6.549,60 dan juga sempat menyentuh level terendah 6.461,01, yang menunjukkan tekanan jual cukup kuat di pasar saham domestik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking News!

(FOLK).

Sementara, saham-saham penopang koreksi IHSG antara lain, PT.

Kepastian arah kebijakan fiskal menjadi penting bagi investor di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global.

Dari eksternal, eskalasi konflik Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap Arab Saudi pada Senin (14/9/2026), setelah jalur pipa minyak East-West Saudi terganggu akibat serangan sebelumnya.

Di sisi lain, Selat Hormuz masih ditutup dan upaya diplomasi untuk membukanya kembali menghadapi hambatan.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia menguat.

Pasar memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, melalui peluang kenaikan menuju kisaran 3,75%-4,00% mencapai 92,4% berdasarkan CME FedWatch.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260914123721-19-767689/arab-saudi-tutup-jalur-pipa-harga-minyak-bertahan-di-atas-usd-100″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/767689?comscore=off”,”time”:292,”title”:”Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/14/arab-saudi-tutup-jalur-pipa-harga-minyak-bertahan-di-atas-usd-100-1789364678084_169.png”}]’); Next Article IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI

Dampak dari hal tersebut adalah menjadi perhatian bagi pasar saham, khususnya di negara-negara pengimpor minyak.

Tekanan eksternal juga datang dari prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. akibat Pada perdagangan Senin, kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,24% menjadi US$102,65 per barel, sedangkan Brent menguat 1,18% ke US$106,93 per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan inflasi dan meningkatkan biaya energi,

(SEMA).

Sebagai informasi, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dibayangi sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.

Dari domestik, perhatian investor tertuju pada pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Dampak dari hal tersebut adalah menekan rupiah dan pasar keuangan domestik.

Investor juga akan mencermati rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 15-16 September waktu AS. akibat Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi mendorong aliran modal menuju aset negara maju,

IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 768013, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260915121359-17-768013/ihsg-sesi-i-melemah-076-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 15 September 2026 12:34 Foto: Ilutrasi Bursa.

Usai dilantik pada Senin (14/9/2026), Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk memastikan defisit tetap di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara dari global, ketegangan perang di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta rilis data ekonomi China menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Suahasil.

IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Berdasarkan data Stockbit, volume transaksi tercatat mencapai 167,54 juta lot, melalui nilai transaksi sebesar Rp7,16 triliun dan frekuensi mencapai sekitar 1,06 juta kali transaksi.

Dari perdagangan reguler, tercatat volume transaksi sebesar 158,62 juta lot dengan nilai mencapai Rp6,20 triliun.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sejak awal perdagangan hari ini, Selasa (15/9/2026).

IHSG tercatat melemah 49,77 poin atau 0,76% ke level 6.484,92.

Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa era suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer menjadi tantangan bagi negara berkembang.

Analisis mendalam tentang IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *