Video: Nasib Bisnis Es Krim Saat Impor Bahan Baku-Ongkos Logistik Naik

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Video: Nasib Bisnis Es Krim Saat Impor Bahan Baku-Ongkos Logistik Naik yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Selengkapnya simak ulasan Serliana Salsabila melalui Direktur PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Adji Andjono dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 02/09/2026)

Bagikan: const copyurltv = document.getElementById(“copyurltv”); const copyThistv = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); }; copyurltv.addEventListener(“click”, () => { copyThistv(); }); var article = { idnews: 764403, idkanal: 19 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260902160005-19-764403/video-nasib-bisnis-es-krim-saat-impor-bahan-baku-ongkos-logistik-naik’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-bottom-tv’)); }, 1000 ); });

Masih tingginya konsumsi rumah tangga RI turut mendorong pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman yang berefek pada industri terkait.

Direktur PT Campina Ice Cream Industry, Tbk (CAMP), Adji Andjono menyebutkan di tengah berlanjutnya pertumbuhan industri makanan dan minuman RI, bisnis sektor es krim masih bergerak stagnan baik dari nilai maupun volume mengingat es krim bukan makanan pokok.

Di tengah tekanan ekonomi global, industri es krim berharap pertumbuhan pada momen Idul Fitri, Libur Anak Sekolah dan periode Natal dan Tahun Baru.

Selain itu penjual es krim mengandalkan penjualan ke toko ritel baik mini market hingga toko kelontongan melalui treatment penjualan disesuaikan dengan segmen konsumen.

Di sisi lain, ketergantungan bahan baku impor di tengah tekanan nilai tukar Rupiah masih menjadi tantangan industri es krim, selain itu distribusi ke luar pulau Jawa mulai merangkak naik seiring dengan naiknya biaya bahan bakar.

Seperti apa tantangan dan prospek bisnis es krim di tengah ketidakpastian 2026?

Video Video: Nasib Bisnis Es Krim Saat Impor Bahan Baku-Ongkos Logistik Naik Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764403, idkanal : 19 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260902160005-19-764403/video-nasib-bisnis-es-krim-saat-impor-bahan-baku-ongkos-logistik-naik’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia 03 September 2026 16:52

Jakarta, CNBC Indonesia- Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang perekonomian RI hingga kuartal II-2026 melalui kontribusi mencapai 53,32% terhadap PDB Indonesia.

Analisis mendalam tentang Video: Nasib Bisnis Es Krim Saat Impor Bahan Baku-Ongkos Logistik Naik akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *