Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.234 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menentukan arah pasar pada awal Agustus.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dari eksternal, bursa saham Asia-Pasifik kompak dibuka di zona merah.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,43%, Topix turun 1,45%, sementara Kospi Korea Selatan anjlok hingga 4,57%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga terkoreksi 0,36%.
Sebanyak 323 saham menguat, 294 saham melemah, sementara 169 saham bergerak stagnan.
Secara spesifik, emiten pemberat kinerja IHSG hari ini termasuk DCII, BBCA dan SRAJ.
Adapun IHSG diperkirakan masih bergerak melalui volatilitas tinggi pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah pekan lalu ditutup menguat 0,64% ke level 6.236,13.
Pelemahan tersebut terjadi meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang deeskalasi konflik di Timur Tengah.
Jika transaksi tersebut dikeluarkan, asing sebenarnya masih mencatat net sell sekitar Rp2 triliun di pasar reguler.
Hal tersebut menunjukkan tekanan jual asing mulai mereda dibandingkan pekan sebelumnya, tetapi belum sepenuhnya berbalik menjadi akumulasi.
Tekanan jual asing pekan lalu masih terkonsentrasi pada sejumlah saham unggulan seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Di sisi lain, saham yang menjadi incaran asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Timah Tbk (TINS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan IHSG pada awal pekan diperkirakan akan dipengaruhi oleh respons pasar terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah, pembukaan bursa Asia, serta hasil rilis data ekonomi domestik yang mulai diumumkan sejak hari ini.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710104924-19-749737/video-jurus-mi-keruk-cuan-investasi-di-era-perang–gejolak-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749737?comscore=off”,”time”:577,”title”:”Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang – Gejolak Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jurus-mi-keruk-opportunity-cuan-di-tengah-sentimen-perang-rupiah-melemah-inflasi-naik-1783655736393_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Dibuka Naik 0,33% ke Level 6.057
Investor masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan negosiasi serta kondisi geopolitik di kawasan.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati sederet data penting mulai dari inflasi Juli, PMI manufaktur, neraca perdagangan, hingga konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pada pekan ini, perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026, data manufaktur dan perdagangan China, serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dari sisi aliran dana, investor asing memang tercatat membukukan net buy Rp7,10 triliun sepanjang perdagangan pekan lalu.
IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.234 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 756035, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260803121623-17-756035/ihsg-sesi-pertama-stagnan-di-level-6234’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 03 August 2026 12:48 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Namun, angka tersebut banyak dipengaruhi transaksi jumbo saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sekitar Rp9,33 triliun di pasar negosiasi pada harga mandatory tender offer (MTO).
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (3/8/2026), seiring pelaku pasar mencermati sederet sentimen domestik dan global yang akan mewarnai perdagangan sepanjang pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.234,29, turun 1,83 poin atau 0,03% dari penutupan perdagangan pekan lalu di posisi 6.236,13.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca:Laba Indofood (INDF) Turun 19%, Anthoni Salim Ungkap Penyebabnya
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,68 triliun melalui volume perdagangan 23,09 miliar saham dalam 1,39 juta kali transaksi.
Analisis mendalam tentang IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.234 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
